Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Polemik Ratusan SK Plt Kepala Sekolah di Tulungagung: Dugaan Oligarki, OTT, hingga Dampak ke Dana BOS dan Guru

Sandy Sri Yuwana • Selasa, 21 April 2026 | 09:41 WIB
Polemik ratusan SK pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah yang memicu dugaan praktik tak wajar kian melebar.(ILUSTRASI GEMINI AI)
Polemik ratusan SK pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah yang memicu dugaan praktik tak wajar kian melebar.(ILUSTRASI GEMINI AI)

RADAR TULUNGAGUNG – Polemik ratusan SK pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah yang memicu dugaan praktik tak wajar kian melebar.

Setelah mendapat sorotan wakil rakyat, akademisi, hingga Plt Bupati Tulungagung, kini Ketua 212 Tulungagung Rahmat Putra Perdana ikut angkat suara.

Dia menilai persoalan tersebut tidak bisa dilepaskan dari potensi praktik oligarki dalam tata kelola pemerintahan.

Menurutnya, sistem hirarki dalam birokrasi memang diperlukan, namun berbeda dengan oligarki yang justru membuka ruang terjadinya penyimpangan. 

“Hierarki itu penting untuk sinergi. Tapi kalau sudah masuk oligarki, apa bedanya republik dengan kerajaan?” ujarnya.

Baca Juga: Ratusan SK Plt Kepala Sekolah Tulungagung Usai OTT KPK Dipertanyakan, Akademisi Soroti Dugaan Transaksi Jabatan dan Transparansi Gatut Sunu Wibowo

Dana menyebut, ketika oligarki dianggap sebagai hal wajar, maka potensi kejahatan yang terstruktur akan muncul.

Bahkan, dia mengibaratkan dampaknya seperti penyakit yang perlahan menggerogoti sistem. 

“Kejahatan yang tersistem itu tidak tampak, tapi seperti kanker. Lama-lama menggerogoti semuanya,” tegasnya.

Terkait kemunculan SK yang baru dibagikan setelah OTT, dia mengaku tidak ingin berspekulasi.

Namun, menurutnya, masyarakat awam sekalipun bisa menilai situasi yang terjadi. 

Baca Juga: Kontroversi 118 SK Plt Kepala Sekolah di Tulungagung Dibagikan Usai OTT KPK, DPRD Panggil BKPSDM dan Soroti Peran Gatut Sunu Wibowo

“Kalau bicara iya atau tidak, kita memang belum bisa memastikan. Tapi orang yang tidak paham politik pun bisa menilai sendiri,” katanya.

Dana juga menyinggung dampak langsung yang dirasakan di lapangan, khususnya oleh para guru.

Dia mengaku menerima informasi adanya kendala administrasi akibat belum turunnya SK Plt, termasuk dalam pengelolaan dana BOS. 

“Karena SK belum turun, administrasi tidak jalan. Dana juga tidak cair. Akhirnya ada guru yang harus menalangi dulu,” ungkapnya.

Selain itu, dia juga menyoroti adanya dugaan praktik setoran yang disebut terjadi di sejumlah lini birokrasi.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin Pending Distribusi Ratusan SK Plt Kepsek, Polemik SK Era Gatut Sunu Wibowo Kian Memanas Jelang Kelulusan

Meski tidak merinci lebih jauh, dia menyebut fenomena tersebut menjadi keprihatinan tersendiri. 

“Ini model seperti apa? Dan ini tidak hanya di pendidikan, tapi juga bisa terjadi di OPD lain,” ujarnya.

Karena itu, Dana mengingatkan pentingnya pembenahan sistem secara menyeluruh agar tidak terjadi praktik-praktik yang merugikan masyarakat, khususnya di sektor pendidikan.

“Kalau oligarki itu kuat, saya pastikan kejahatan yang tersistem akan muncul di mana-mana. Dan yang paling terdampak itu masyarakat,” pungkasnya. (sri/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#sk plt kepsek #212 tulungagung #dana bos #ott kpk