RADAR TULUNGAGUNG - Dinamika harga pangan di wilayah Tulungagung, khususnya di Pasar Sumbergempol, Tulungagung, menunjukkan tren yang beragam pada akhir pekan ini.
Berdasarkan pantauan data harga per Minggu (19/4/2026), sejumlah komoditas bumbu dapur seperti cabai rawit dan bawang merah masih mengalami fluktuasi harga, sementara stok beras lokal dipastikan aman dengan harga yang kian stabil.
Saat ini, harga cabai rawit di tingkat pasar menyentuh angka Rp 42 ribu per kilogram, mengalami kenaikan tipis akibat faktor cuaca yang memengaruhi hasil panen.
Sementara itu, bawang merah dibanderol Rp 33 ribu–Rp 35 ribu per kilogram dan bawang putih relatif tenang di angka Rp36 ribu per kilogram.
Aminah, salah satu pedagang bumbu dapur di Pasar Sumbergempol, mengakui bahwa kondisi pasar saat ini sulit diprediksi.
Hal ini membuatnya harus hati-hati dalam menyetok barang.
"Harga cabai rawit dan bawang merah ini memang lagi tidak menentu. Kadang pagi turun, tapi sorenya, pasokan sedikit langsung naik lagi," ujar Aminah saat ditemui di lapaknya.
Dia juga menambahkan bahwa stabilitas harga pada bawang putih menjadi satu-satunya yang membantu menjaga omzet pedagang bumbu.
"Kalau harga bawang putih sejauh ini masih relatif stabil, tapi untuk cabai rawit, kami tidak berani ambil stok banyak karena takut harganya tiba-tiba anjlok di pasaran," imbuhnya.
Kondisi ini pun dirasakan langsung oleh para penjual sayur eceran yang menjangkau permukiman warga.
Mariyati, seorang penjual sayur keliling di wilayah Sumbergempol, mengaku harus pandai memutar otak saat mengemas dagangannya agar tetap terjangkau oleh ibu rumah tangga.
"Sekarang cabai dan bawang merah naiknya lumayan, jadi saya akali dengan membuat kemasan plastik kecil-kecil biar warga tetap bisa beli," ungkap Mariyati.
Menurut Mariyati, meskipun harga bumbu dapur naik, warga tetap membeli namun dalam jumlah yang lebih sedikit.
"Ya mau bagaimana lagi, bumbu itu kebutuhan pokok. Tapi ibu-ibu sekarang lebih milih beli eceran harian daripada stok banyak karena harganya yang masih naik turun ini," jelasnya. (bac/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri