RADAR TULUNGAGUNG – Kekecewaan memuncak akibat audiensi batal digelar.
Puluhan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU) menyegel ruang aspirasi di Gedung DPRD Tulungagung, Rabu (22/4) siang.
Aksi yang dimotori Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum (Dema Fasih) itu dipicu batalnya audiensi yang sebelumnya sudah dijadwalkan digelar di gedung dewan.
Mahasiswa menilai pembatalan dilakukan sepihak tanpa solusi yang jelas.
Sekitar pukul 14.00, massa tiba di kantor DPRD dengan harapan bisa berdialog langsung dengan wakil rakyat.
Namun, setibanya di lokasi, mereka justru mendapati seluruh anggota dewan sedang menjalankan perjalanan dinas ke luar kota.
Situasi tersebut sempat memicu perdebatan antara mahasiswa dan pihak sekretariat DPRD.
Merasa tidak mendapatkan kepastian, mahasiswa kemudian menyegel ruang aspirasi sebagai simbol protes.
Ketua Dema Fasih UIN SATU, Aji Dwi Laksono menegaskan, aksi ini merupakan bentuk kekecewaan mendalam terhadap sikap anggota dewan yang dinilai tidak responsif.
“Seharusnya mereka hadir untuk mendengarkan aspirasi masyarakat. Ini justru kosong semua,” ujarnya.
Aji menjelaskan bahwa telah melayangkan surat permohonan audiensi sejak Jumat (17/4).
Agenda itu dimaksudkan untuk mempertanyakan fungsi pengawasan DPRD, terutama pasca kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang kembali terjadi di Tulungagung.
“Kami ingin kejelasan. Kenapa di Tulungagung bisa terjadi OTT sampai dua kali. Di mana peran pengawasan DPRD?” tegasnya.
Dia juga menyayangkan pemberitahuan pembatalan yang baru diterima pada hari pelaksanaan.
Menurutnya, DPRD seharusnya tetap menyediakan perwakilan untuk menerima aspirasi mahasiswa.
“Minimal ada yang menemui kami. Jangan semua pergi,” imbuhnya.
Mahasiswa menyatakan akan tetap mempertahankan segel hingga DPRD memberikan klarifikasi resmi dan bersedia menemui mereka.
“Kami akan buka kalau ada klarifikasi dari para anggota dewan,” tandas Aji.
Sementara itu, pihak sekretariat DPRD membantah tudingan menolak audiensi.
Kasubag TU DPRD Tulungagung, Sunu Wijayanto, menyebut agenda tersebut hanya ditunda karena seluruh anggota dewan sedang menjalankan tugas luar kota ke Malang.
“Bukan menolak, hanya dijadwalkan ulang. Anggota DPRD sedang dinas untuk pembahasan naskah akademik,” jelasnya.
Dia menambahkan, pihak DPRD akan kembali mengundang mahasiswa setelah ada kepastian jadwal dari pimpinan dewan.
“Kami tunggu arahan pimpinan, nanti kami undang kembali,” pungkasnya. (sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri