Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Masalah Solar Bikin Truk Sampah DLH Tulungagung Tersendat, TPS Meluber dan Dikeluhkan Warga

Rahiiq Al Bachri • Minggu, 26 April 2026 | 17:08 WIB
Lokasi slaah satu TPS di Tulungagung.(RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)
Lokasi slaah satu TPS di Tulungagung.(RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG - Misteri di balik menumpuknya sampah di sejumlah Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Tulungagung akhirnya terkuak.

Bukan karena kerusakan mesin, melainkan karena armada pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengalami krisis bahan bakar.

Masalah teknis terkait pencairan kuota solar melalui sistem barcode diduga menjadi penyebab utama truk-truk sampah tersebut "mogok" melayani warga selama hampir satu bulan.

Kondisi ini memicu aksi protes dari warga terdampak, salah satunya di wilayah Kelurahan Bago, Kecamatan Tulungagung.

Baca Juga: Viral, Warga Tanggunggunung Tertangkap Basah Membuang Sampah di Area Telaga Buret Tulungagung, Tak Berkutik Didesak LMDH

Warga terpaksa menutup akses TPS karena sampah yang tak kunjung diangkut telah meluber ke jalan dan pemukiman.

Berdasarkan pengakuan para sopir truk kepada warga, operasional harian terhambat karena kendala administrasi bahan bakar yang tak kunjung usai.

Warga sekitar, Palupi, mengungkapkan bahwa dirinya sempat mempertanyakan masalah ini langsung kepada petugas di lapangan.

Jawaban yang didapat cukup mengejutkan, di mana para sopir mengaku kesulitan mendapatkan solar untuk menjalankan armada secara rutin.

"Masalah utamanya adalah truk tidak ada bahan bakarnya (solar). Kata sopirnya, barcode solar tidak bisa dicairkan. Jadi sekarang truk baru datang setiap empat hari sekali untuk meninjau, tidak bisa setiap hari seperti biasanya," ungkap Palupi.

Baca Juga: Wujudkan Keindahan Kota, DLH Tulungagung Kosek Jalan dan Trotoar Alun-Alun Libatkan Puluhan Personel

Hal ini dibenarkan oleh Hasan, yang juga melihat langsung tumpukan sampah yang dibiarkan berhari-hari.

Akibat kendala solar ini, warga di sekitar TPS harus menanggung beban polusi udara dan ancaman penyakit yang muncul akibat tumpukan sampah yang membusuk.

"Truk sampah datang hanya kadang-kadang saja, bahkan sampai empat hari baru muncul. Itu pun terkadang hanya satu armada dam truk yang datang. Alasannya ya karena masalah bahan bakar itu," jelas Hasan.

Sementara itu Kabid Pengelolaan Sampah Ginanjar Eko Santoso saat dikonfirmasi membenarkan adanya permasalahan itu.

Baca Juga: Angin Kencang Hantam Sendang Tulungagung, 4 Rumah Rusak Parah, Warga Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem

Namun dia menampik adanya mogok masal yang membuat armada pengangkut sampah berhenti beroperasi.

Yang benar hanya beberapa armada yang belum bisa membeli solar karena adanya perubahan barcode pembelian di SPBU.

"Beberapa armada masih harus menunggu barcode-nya selesai diverifikasi Pertamina. Jika itu selesai, tentu armada pengangkut sampah bisa beroperasi lagi," terangnya. (bac/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#bahan bakar #tps #sampah #DLH TULUNGAGUNG