Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Produksi Padi Melimpah, Tulungagung Catat Surplus Beras Puluhan Ribu Ton dan Perkuat Ketahanan Pangan

Sandy Sri Yuwana • Selasa, 28 April 2026 | 11:23 WIB
Produksi 
padi yang 
melimpah 
mengantar 
Kabupaten 
Tulungagung 
mencatat 
surplus beras 
puluhan ribu 
ton, sekaligus 
memperkuat 
posisi sebagai 
penopang 
ketahanan 
pangan di 
Jawa Timur 
dan nasional.(SANDY YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)
Produksi padi yang melimpah mengantar Kabupaten Tulungagung mencatat surplus beras puluhan ribu ton, sekaligus memperkuat posisi sebagai penopang ketahanan pangan di Jawa Timur dan nasional.(SANDY YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG – Upaya Pemkab Tulungagung dalam memperkuat ketahanan pangan terus menunjukkan hasil konkret.

Sektor pertanian menjadi salah satu prioritas pembangunan yang mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Hal itu tampak saat Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menghadiri panen raya bersama Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Ermarini, di wilayah persawahan Desa Podorejo, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, Senin (27/4).

Momentum tersebut tidak sekadar seremoni, tetapi penegasan keberhasilan program pertanian yang dijalankan secara berkelanjutan. 

Baca Juga: Panen Melimpah, Plt Bupati Apresiasi Petani Desa Kepuh Tulungagung 

Pria yang juga menjabat Ketua DPC Partai Gerindra Tulungagung ini menjelaskan, sepanjang 2025, produksi padi Tulungagung mencapai 319.969,33 ton gabah kering panen (GKP) atau setara 185.582,21 ton beras.

Dengan kebutuhan konsumsi masyarakat sekitar 90.944 ton, daerah ini mencatat surplus hingga 94.638,08 ton.

”Produksi panen padi kita surplus pada tahun lalu. Angka tersebut menempatkan Tulungagung sebagai salah satu daerah penyuplai beras strategis di Jawa Timur bahkan nasional,” jelasnya. 

Memasuki 2026, capaian positif terus berlanjut. Hingga Maret, luas panen mencapai 11.743 hektare dengan produksi GKP sebesar 82.083,57 ton.

Baca Juga: Update Harga Pangan Tulungagung: Cabai Rawit dan Bawang Merah Naik di Pasar Sumbergempol, Pedagang Akali Penjualan, Beras Tetap Stabil

Surplus sementara sebesar 24.770,87 ton menjadi indikator kuat bahwa sektor pertanian Tulungagung berada di jalur yang tepat. 

Dia menegaskan, keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah daerah, petani, penyuluh, hingga dukungan pemerintah pusat dan sektor swasta.

Pemkab Tulungagung, lanjutnya, akan terus memperkuat pendampingan kepada petani, termasuk peningkatan kualitas sarana produksi dan akses pasar.

“Panen raya ini bukan sekadar hasil, tapi bukti kerja bersama. Petani adalah ujung tombak dan pemerintah hadir memastikan mereka mendapat dukungan penuh,” ujarnya. 

Baca Juga: Panen Raya April-Mei Jadi Kunci, Serapan Gabah Bulog Tulungagung Tembus 41 Ribu Ton dan Terus Bertambah

Dia juga menekankan pentingnya rasa syukur atas hasil panen yang melimpah.

Menurutnya, keberkahan tersebut harus diiringi dengan semangat berbagi dan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. 

Dengan capaian tersebut, Ahmad Baharudin optimistis Tulungagung akan terus memperkuat posisinya sebagai lumbung pangan, sekaligus berkontribusi nyata dalam menjaga stabilitas pasokan beras di tingkat regional maupun nasional. (sri/c1/rka) 

 

Editor : Vidya Sajar Fitri
#lumbung padi #beras #pertanian #panen raya