RADAR TULUNGAGUNG – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua kendaraan besar terjadi di Jalan utama Tulungagung-Kediri, tepatnya di Jembatan Ngujang Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru, Selasa (28/4) malam sekira pukul 21.00. Bus Harapan Jaya bertabrakan dengan truk Mitsubishi. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut.
Baca Juga: Sopir Bus Harapan Jaya Nyaris Diamuk Warga Usai Laka Muning Kediri, Ini Kondisinya
Kanit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung Ipda Gerry Permana menjelaskan, kecelakaan terjadi saat bus Harapan Jaya, Mercedes Benz bernopol AG 7832 UT melaju dari arah utara ke selatan. Di saat bersamaan tepatnya disisi selatan jembatan Ngujang, truk Mitsubishi bernopol AG 9487 UR melaju dari arah berlawanan. Tabrakan tak terhindarkan.
“Diduga bus mengambil haluan terlalu ke kanan hingga melewati marka jalan berupa garis lurus tidak terputus,” ujarnya.
Akibatnya, tabrakan dengan truk yang datang dari arah berlawanan tidak dapat dihindari. Benturan terjadi di bagian depan kedua kendaraan.
Berdasarkan data kepolisian, pengemudi bus berinisial Y.A., warga Trenggalek, dan sopir truk berinisial S., warga Kepatihan, seluruhnya dalam kondisi selamat. Tidak hanya sopir, seluruh penumpang bus juga dipastikan tidak mengalami luka.
“Tidak ada korban jiwa maupun luka. Semua dalam keadaan selamat,” tegas Gerry.
Meski demikian, kecelakaan tersebut menyebabkan kerugian material. Bagian depan bus mengalami kerusakan cukup parah, sementara truk mengalami kerusakan pada bodi kendaraan.
Petugas Unit Laka Satlantas Polres Tulungagung yang tiba di lokasi langsung melakukan pengaturan arus lalu lintas untuk mengurai kemacetan. Kedua kendaraan yang terlibat juga diamankan sebagai barang bukti guna proses lebih lanjut.
Kasat Lantas Polres Tulungagung AKP M. Taufik Nabila mengingatkan seluruh pengemudi agar disiplin mematuhi rambu dan marka jalan. Terutama marka garis lurus yang tidak terputus yang menandakan larangan melintas ke jalur berlawanan.
“Ini peringatan keras bagi pengemudi. Jangan sampai egois dengan memakan jalur lawan, apalagi membawa penumpang. Keselamatan harus jadi prioritas utama,” tandasnya.
Editor : Sandy Sri Yuwana