RADAR TULUNGAGUNG – Tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar di Tulungagung menjadi sorotan serius.
Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung mendorong optimalisasi layanan bus sekolah sebagai solusi transportasi yang lebih aman.
Kepala Dishub Tulungagung, Iswahjudi, menegaskan bahwa dominasi penggunaan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor oleh pelajar, menjadi salah satu penyumbang utama tingginya angka kecelakaan.
“Upaya menekan angka kecelakaan, khususnya pada pelajar, terus kami lakukan. Salah satunya dengan memaksimalkan layanan bus sekolah,” ujarnya.
Menurutnya, bus sekolah dapat menjadi alternatif transportasi yang aman bagi pelajar, terutama yang tidak mendapatkan fasilitas antar-jemput dari orang tua.
Selain itu, keberadaan bus sekolah juga berpotensi mengurangi kepadatan lalu lintas yang selama ini dipenuhi kendaraan pribadi pelajar.
Dia menambahkan, pemanfaatan bus sekolah merupakan langkah preventif untuk menekan risiko kecelakaan sejak dini.
Iswahjudi pun mengingatkan pelajar yang belum memiliki surat izin mengemudi (SIM) agar tidak nekat mengendarai sepeda motor ke sekolah.
“Bagi pelajar yang belum memiliki SIM, sebaiknya tidak memaksakan diri membawa kendaraan bermotor. Gunakan fasilitas bus sekolah yang sudah disediakan,” tegasnya.
Data dishub mencatat, saat ini tersedia 8 unit bus sekolah, 1 unit kendaraan Elf, serta 33 unit mobil penumpang umum (MPU) yang melayani mobilitas pelajar di sejumlah jalur pendidikan di Tulungagung.
Meski armada masih terbatas, dishub memastikan akan terus mengoptimalkan layanan transportasi pelajar.
Pemerintah daerah juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat program keselamatan berlalu lintas.
Salah satunya melalui sinergi dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam meningkatkan sosialisasi tertib berlalu lintas di lingkungan sekolah.
Edukasi ini dinilai penting untuk membangun kesadaran keselamatan sejak usia dini.
“Kami akan intensifkan sosialisasi bersama kepolisian agar pelajar semakin memahami aturan lalu lintas dan disiplin di jalan,” jelasnya.
Iswahjudi juga mengimbau pelajar yang telah memiliki SIM agar tetap mematuhi rambu dan marka jalan serta menjaga konsentrasi saat berkendara.
“Disiplin berlalu lintas adalah kunci. Dengan kepatuhan itu, kami berharap angka kecelakaan pelajar di Tulungagung bisa terus ditekan,” pungkasnya. (rin/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri