RADAR TULUNGAGUNG – Perawatan rutin jalur kereta api tidak bisa sembarangan, tak terkecuali di Tulungagung.
Bahkan untuk pembenahan geometri rel menggunakan kombinasi alat modern dan metode rekayasa material.
Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengungkapkan dalam tiga bulan terakhir perawatan difokuskan pada stabilitas geometri jalur.
Salah satunya melalui penggunaan mesin Kereta Perawatan Jalan Rel atau KPJR untuk merapikan struktur lintasan agar tetap presisi.
“Perawatan geometri dilakukan dengan mesin KPJR serta pengerindaan rel defek menggunakan MP 12. Ini penting untuk menjaga profil rel tetap ideal dan mencegah keausan ekstrem,” jelasnya.
Tak hanya pada permukaan rel, penguatan struktur bawah juga menjadi prioritas.
Petugas secara berkala mengganti bantalan yang aus serta memperbaiki sambungan rel menggunakan metode las Thermit.
Teknik ini dikenal mampu menghasilkan sambungan rel yang lebih kuat dan homogen.
“Penggantian material seperti bantalan dan rel terus dilakukan. Sementara sambungan menggunakan las Thermit untuk memastikan kekokohan dan kontinuitas rel,” imbuhnya.
Perawatan juga menyasar oprit atau tanah penopang di titik perlintasan sebidang.
Sedikitnya 19 titik jalur dari JPL 221 hingga JPL 255 masuk dalam siklus perawatan rutin guna menjaga elevasi tetap stabil saat dilintasi rangkaian kereta.
“Perawatan oprit dilakukan secara berkala agar geometri jalan rel tetap terjaga, terutama pada titik perlintasan yang menerima beban dinamis tinggi,” paparnya.
Tahap akhir, tim melakukan pekerjaan penyempurnaan seperti pengecatan marka S.10K, profil rel, serta penambahan balas.
Langkah ini berfungsi menjaga standar keselamatan sekaligus meningkatkan umur teknis komponen wesel.
Serangkaian perawatan teknis tersebut menjadi kunci dalam menjaga reliabilitas jalur KA di Tulungagung.
KAI memastikan setiap aspek, mulai dari struktur bawah hingga sambungan rel, berada dalam kondisi optimal demi menjamin keselamatan perjalanan kereta api. (bac/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri