Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

13 Pelajar Tewas, 260 Terlibat Kecelakaan di Tulungagung, Psikolog Ungkap Emosi Remaja Jadi Pemicu Utama

Sandy Sri Yuwana • Senin, 4 Mei 2026 | 10:54 WIB
Satlantas Polres Tulungagung mencatat sebanyak 260 pelajar terlibat kecelakaan sepanjang 1 Januari hingga 28 April 2026.(ILUSTRASI GEMINI AI)
Satlantas Polres Tulungagung mencatat sebanyak 260 pelajar terlibat kecelakaan sepanjang 1 Januari hingga 28 April 2026.(ILUSTRASI GEMINI AI)

RADAR TULUNGAGUNG  Tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar di Tulungagung tak hanya dipengaruhi faktor teknis di jalan.

Aspek psikologis remaja juga menjadi salah satu pemicu utama yang kerap luput dari perhatian.

Seperti diberitakan sebelumnya, Satlantas Polres Tulungagung mencatat sebanyak 260 pelajar terlibat kecelakaan sepanjang 1 Januari hingga 28 April 2026.

Dari jumlah tersebut, 13 pelajar meninggal dunia dan 257 lainnya mengalami luka-luka.

Psikolog di Tulungagung, Ifada Nur Rohmaniah, menjelaskan bahwa usia remaja merupakan fase transisi dari anak menuju dewasa.

Baca Juga: Angka Kecelakaan Pelajar di Tulungagung Masih Tinggi, Dishub Dorong Pemanfaatan Bus Sekolah

Pada fase ini, kondisi emosi masih belum stabil dan cara berpikir belum sepenuhnya matang.

Remaja berada di fase transisi, sehingga konstruksi berpikir otaknya belum tersusun rapi. Kecerdasan emosinya juga belum sepenuhnya dikenali dan dikelola dengan baik, ujarnya.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat remaja rentan mengambil keputusan secara impulsif, terutama ketika menghadapi tekanan atau konflik dalam kehidupan sehari-hari.

Endapan emosi yang tidak terkelola dapat memengaruhi perilaku, termasuk saat berkendara di jalan raya. 

Ketika emosi berkecamuk dan tidak terurai, remaja cenderung merespons secara spontan tanpa pertimbangan matang. Ini sangat berbahaya jika terjadi saat mereka mengendarai kendaraan, jelasnya.

Baca Juga: Cegah Kecelakaan Pelajar di Tulungagung, MKKS SMP Larang Siswa Bawa Motor dan Gandeng Polisi untuk Edukasi Keselamatan

Ia menambahkan, perilaku impulsif ini tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga pengguna jalan lain.

Risiko semakin tinggi ketika pengendara, baik remaja maupun dewasa, mengonsumsi alkohol sebelum berkendara.

Konsumsi alkohol dapat memicu tindakan impulsif karena kontrol diri menurun. Tidak ada antisipasi yang terbentuk dalam pengendalian diri, sehingga sangat berisiko saat berkendara, tegasnya.

Ifada menekankan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam membantu remaja mengenali serta mengelola emosi.

Edukasi tidak hanya soal aturan lalu lintas, tetapi juga penguatan mental dan kontrol diri agar keselamatan di jalan dapat lebih terjaga. (sri/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#psikologis remaja #lalu lintas #satlantas polres tulungagung #kecelakaan