RADAR TULUNGAGUNG - Kebijakan Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menunjuk kembali Tri Hariadi sebagai penjabat (Pj) sekretaris daerah (sekda) pada Senin (4/5) mendapat sorotan positif dari kalangan akademisi.
Langkah tersebut dinilai bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan bagian dari strategi memulihkan soliditas birokrasi dan kepercayaan publik.
Pengamat kebijakan publik Tulungagung, Andreas Andrie Djatmiko, menilai Baharudin tepat membaca kebutuhan utama pemerintah daerah saat ini.
Yakni menghadirkan sosok yang dirasa bisa menjadi pemersatu di tengah dinamika internal yang sempat memunculkan persepsi perpecahan.
Baca Juga: Plt Bupati Ahmad Baharudin Tunjuk Mantan Sekda Tri Hariadi Jadi Pj Sekda Tulungagung
"Baharudin melihat sosok Pak Tri ini bisa menjadi pemersatu di Tulungagung. Sebelumnya, publik merasa ada fragmentasi di tubuh pemkab, dan ini memang yang dibutuhkan saat ini," ujarnya.
Menurut Andreas, pilihan terhadap Tri Hariadi merupakan langkah yang tepat jika dilihat dari aspek pengalaman dan rekam jejak birokrasi.
Dia menegaskan, keputusan tersebut melampaui kepentingan kelompok atau kubu tertentu.
"Terlepas dari kubu politik mana pun, ini sudah sangat tepat. Ini bagian dari upaya mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap Pemkab Tulungagung," tegasnya.
Baca Juga: DPRD Sampaikan Rekomendasi LKPJ 2025, Pemkab Tulungagung Tegaskan Komitmen Perbaikan Kinerja
Dia bahkan menyebut kembalinya Tri Hariadi sebagai bentuk "obat pemulihan" bagi birokrasi daerah.
Pengalaman panjang yang dimiliki dinilai menjadi modal penting dalam menata kembali ritme pemerintahan.
“Tri Hariadi ini ‘sakti’, bukti dari kapasitas dan pengalamannya sudah teruji. Kembalinya beliau sebagai Pj sekda bisa menjadi semacam terapi recovery untuk Tulungagung," ungkap Andreas.
Lebih lanjut, dia berharap momentum ini benar-benar dimanfaatkan sebagai titik balik untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan.
Baca Juga: DPRD Tulungagung Tekankan Kesejahteraan Guru dan Peran Orang Tua untuk Wujudkan Pendidikan Bermutu
Namun demikian, dia mengingatkan pentingnya komitmen integritas dari pucuk pimpinan daerah.
"Semoga ini menjadi titik balik menuju Tulungagung yang lebih baik. Tapi kuncinya tetap pada komitmen Plt Bupati Ahmad Baharudin untuk menjaga pemerintahan yang bersih dan akuntabel," pungkasnya.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, langkah konsolidasi birokrasi yang tengah dilakukan diharapkan mampu mempercepat pemulihan kepercayaan publik sekaligus memastikan jalannya pembangunan tetap berada di jalur yang tepat. (sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri