RADAR TULUNGAGUNG – Sebanyak 1.181 jemaah calon haji (JCH) asal Tulungagung dipastikan siap berangkat tanpa kendala krusial.
Bahkan, tahapan administrasi dan logistik untuk ke Tanah Suci sudah selesai dijalani.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Tulungagung, Suryani, menegaskan bahwa seluruh tahapan administratif hingga logistik telah rampung.
Dia telah melakukan pengecekan berlapis untuk memastikan tidak ada hambatan yang berpotensi mengganggu jadwal keberangkatan.
Baca Juga: Kabar Terbaru Haji 2026, Jemaah Tulungagung Masuk Gelombang Dua, Skema Koper Kini Lebih Cepat
“Sampai hari ini semuanya sudah siap untuk berangkat haji,” ujarnya.
Dia menjelaskan, dokumen utama seperti paspor dan visa sudah diterima seluruh jemaah.
Selain itu, perlengkapan seperti koper dan kebutuhan dasar perjalanan juga telah didistribusikan lebih awal untuk menghindari penumpukan pekerjaan di akhir waktu.
“Dokumen paspor, visa, kemudian koper sudah kita sampaikan kepada jemaah,” imbuhnya.
Dalam waktu dekat, jemaah akan memasuki tahapan teknis pemberangkatan. Pada 7 Mei 2026, seluruh jemaah akan mengikuti prosesi pelepasan resmi oleh Bupati Tulungagung.
Selanjutnya, pada 16 Mei, jemaah dijadwalkan mengumpulkan koper untuk dilakukan pengecekan berat dan kelengkapan sebelum dikirim ke embarkasi Surabaya.
Proses ini menjadi krusial karena setiap barang bawaan harus memenuhi ketentuan berat maksimal, yakni 32 kilogram untuk koper besar dan 7 kilogram untuk tas kabin.
Petugas akan memastikan tidak ada pelanggaran yang berpotensi menghambat proses di bandara.
“Secara kedinasan sudah kita cek, semuanya siap,” tegasnya.
Keberangkatan jemaah dijadwalkan berlangsung pada 17 hingga 18 Mei 2026.
Jemaah akan diberangkatkan secara bertahap sesuai dengan pembagian kelompok terbang (kloter) yang telah ditentukan pihak kanwil.
Meski kesiapan teknis telah terpenuhi, Suryani mengakui bahwa dinamika di tingkat jemaah masih terus berlangsung, terutama terkait aktivitas sosial menjelang keberangkatan seperti pamitan dan silaturahmi keluarga.
Namun demikian, dia memastikan hal tersebut tidak mengganggu kesiapan secara keseluruhan.
Dia juga terus berkoordinasi dengan kanwil untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan, termasuk jika ada jemaah yang batal atau tertunda.
“Kalau ada yang tunda berangkat, harus segera dilaporkan agar bisa diganti dengan jemaah berikutnya,” jelasnya. (bac/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri