Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tunggu Berkah JLS, Pantai Popoh Tulungagung Masih Sepi dan Minim Pembenahan

Dharaka R. Perdana • Kamis, 7 Mei 2026 | 10:49 WIB
Kondisi pertigaan JLS yang menuju wilayah Kalidawir dan Pantai Popoh di Desa Besole, Kecamatan Besuki, Tulungagung.(DR PERDANA/RADAR TULUNGAGUNG)
Kondisi pertigaan JLS yang menuju wilayah Kalidawir dan Pantai Popoh di Desa Besole, Kecamatan Besuki, Tulungagung.(DR PERDANA/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG – Di tengah geliat jalur lintas selatan (JLS) yang kian ramai menghubungkan destinasi wisata pesisir, denyut Pantai Popoh justru belum kembali sepenuhnya pulih.

Pantai legendaris di Tulungagung itu kini menghadapi tantangan serius, mulai dari penurunan kunjungan hingga keterbatasan anggaran untuk pembenahan.

Kepala UPT Pantai Popoh, Eko Suwito, mengakui kondisi tersebut.

Meski begitu, dia tetap menaruh harapan besar pada keberadaan JLS, khususnya setelah dibukanya ruas Lot 6A yang melintas tak jauh dari kawasan pantai di Desa Besole, Kecamatan Besuki, Tulungagung.

Menurut dia, jalur nasional tersebut sejatinya membuka peluang besar. JLS menghubungkan berbagai destinasi wisata di sepanjang pesisir selatan Tulungagung, bahkan hingga lintas kecamatan.

Baca Juga: Pantai Popoh Tulungagung Kehilangan Pamor, DPRD Minta Pemkab Gandeng Swasta untuk Revitalisasi Wisata

Jika dimanfaatkan optimal, arus wisatawan yang melintas bisa menjadi potensi besar bagi kebangkitan Popoh.

“Harapan kami tetap ada di JLS. Akses sudah terbuka, tinggal bagaimana kami bisa menarik wisatawan untuk singgah,” ujarnya.

Namun, realita di lapangan belum sepenuhnya berpihak. Sejak JLS beroperasi, pola kunjungan wisatawan berubah.

Banyak pelancong lebih memilih destinasi lain yang berada tepat di jalur utama.

"Popoh yang posisinya sedikit masuk harus berjuang lebih keras untuk tetap dilirik," tambahnya.

Di sisi lain, kondisi sarana dan prasarana di kawasan pantai juga menjadi pekerjaan rumah. Sejumlah fasilitas mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan segera.

Baca Juga: Menyusuri Pantai Popoh Tulungagung yang Kian Sepi, Warga dan Pedagang Rindukan Ramainya Wisata

Sayangnya, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama. 

“Untuk saat ini, praktis tidak ada dana pengembangan. Yang ada hanya untuk kebersihan,” terang Eko.

Kondisi tersebut membuat upaya pembenahan berjalan sangat terbatas. Padahal, sebagai salah satu ikon wisata lama di Tulungagung, Popoh masih memiliki daya tarik kuat, baik dari sisi sejarah maupun lanskap alamnya.

Eko menegaskan, status Pantai Popoh sebagai destinasi legendaris harus tetap dijaga.

Meski kunjungan saat ini cenderung menurun, potensi jangka panjang dinilai masih sangat menjanjikan, terutama jika didukung perbaikan fasilitas dan strategi promosi yang tepat.

Baca Juga: Pantai Popoh Tulungagung Terpuruk, Dana Perbaikan Nihil, Hanya Ada Dana Kebersihan

“Popoh ini punya sejarah panjang. Kami yakin kalau dibenahi, wisatawan akan kembali,” imbuhnya.

Ke depan, pihak UPT berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah maupun pihak terkait untuk mendorong revitalisasi kawasan.

Sinergi dengan pengembangan jalur JLS juga dinilai penting agar Popoh tidak sekadar menjadi penonton di tengah berkembangnya wisata pesisir selatan.

Dengan pembenahan yang terarah, Pantai Popoh diharapkan mampu kembali mengambil peran sebagai salah satu destinasi unggulan, sekaligus memanfaatkan momentum konektivitas JLS yang terus berkembang. (*/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#jls tulungagung #pantai popoh #wisata