RADAR TULUNGAGUNG - Larung Sembonyo Fest 2026 resmi dimulai dengan istighotsah dan pengajian akbar bersama Gus Soim serta Hadroh Al Hikmah, di halaman kantor IPP Pantai Sine, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Rabu (6/5/2026) malam.
Kegiatan religi yang menjadi pembuka rangkaian adat larung laut masyarakat pesisir Pantai Sine itu berlangsung meriah dan khidmat.
Ribuan warga, nelayan, tokoh masyarakat hingga tamu undangan memadati area acara sebagai bentuk antusiasme menyambut tradisi tahunan yang sudah mengakar kuat di tengah masyarakat pesisir selatan Tulungagung.
Baca Juga: Tunggu Berkah JLS, Pantai Popoh Tulungagung Masih Sepi dan Minim Pembenahan
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, H. Ahmad Baharudin bersama jajaran forkopimda, perangkat daerah, Forkopincam Kalidawir, Pemerintah Desa Kalibatur, dan tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Plt Bupati Tulungagung mengapresiasi masyarakat Pantai Sine yang terus menjaga budaya gotong royong, kerukunan, dan tradisi keagamaan sebagai bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat.
Menurutnya, kegiatan istighotsah dan pengajian akbar bukan hanya menjadi penguat spiritual masyarakat, mleainkan juga mampu menjadi daya tarik wisata budaya dan religi di Kabupaten Tulungagung.
“Kegiatan seperti ini membawa energi positif bagi masyarakat sekaligus menjadi promosi wisata Pantai Sine agar semakin dikenal luas,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kalibatur, Asim, menjelaskan bahwa pengajian akbar sengaja digelar sebagai pembuka Larung Sembonyo 2026 agar rangkaian tradisi berjalan lebih khidmat dan penuh doa keselamatan bagi masyarakat nelayan.
Dia menyebut, Larung Sembonyo merupakan tradisi turun-temurun masyarakat pesisir sebagai bentuk rasa syukur atas hasil laut sekaligus doa agar para nelayan diberikan keselamatan dan rezeki melimpah.
“Tradisi ini sudah menjadi bagian budaya masyarakat Pantai Sine sejak dahulu dan terus dijaga hingga sekarang,” katanya.
Rangkaian Larung Sembonyo Fest 2026 berlangsung mulai 6 hingga 8 Mei 2026 dengan sejumlah agenda budaya dan hiburan masyarakat.
Di antaranya, tradisi Harip-Arip, prosesi larung sesaji ke laut, wayang krucil, jaranan, hingga hiburan campursari bersama sejumlah bintang tamu.
"Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah bersama masyarakat berharap Pantai Sine tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga sebagai pusat budaya dan tradisi pesisir yang terus lestari di Kabupaten Tulungagung," tutupnya.(rin)
Editor : Vidya Sajar Fitri