RADAR TULUNGAGUNG – Tradisi Labuh Laut atau Labuh Sembonyo di Pantai Sine, Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir kembali digelar meriah. Rangkaian ritual adat tahunan masyarakat nelayan itu dihadiri langsung Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, Rabu (6/5).
Kegiatan tersebut diawali dengan istiqhosah dan doa bersama yang dipimpin Gus Soim bersama tokoh adat setempat. Tradisi ini menjadi bentuk rasa syukur masyarakat pesisir atas hasil laut yang melimpah sekaligus doa keselamatan bagi para nelayan saat melaut.
Prosesi utama Labuh Sembonyo sendiri dijadwalkan berlangsung Jumat mendatang dengan arak-arakan sesaji menuju bibir pantai. Dalam tradisi itu juga dibuat harip-harip atau sembonyo, yakni boneka tiruan berbahan tepung beras ketan yang melambangkan hasil tangkapan laut.
Dalam sambutannya, Baharudin mengapresiasi masyarakat Pantai Sine yang terus menjaga tradisi warisan leluhur tersebut. Menurutnya, Labuh Laut bukan sekadar ritual budaya, namun juga sarat nilai gotong royong, rasa syukur, dan harmoni dengan alam.
“Semoga tradisi Labuh Laut ini terus lestari dan membawa berkah bagi kita semua, terutama bagi para nelayan di Pantai Sine dan seluruh Kabupaten Tulungagung. Mari kita jaga kebersamaan dan terus bersyukur atas nikmat yang telah diberikan,” ujarnya.
Baharudin menambahkan, tradisi budaya pesisir seperti Labuh Sembonyo memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata budaya daerah. Karena itu, pemkab berkomitmen terus mendukung pelestarian budaya adiluhung yang menjadi identitas masyarakat Tulungagung.
“Ini adalah kekayaan budaya yang luar biasa. Pemerintah daerah akan terus mendukung pelestarian budaya seperti ini,” tandasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forkopimcam, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kepala Dinas Perikanan, Camat Kalidawir, Kepala Desa Kalibatur, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.
Editor : Sandy Sri Yuwana