Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Larung Sembonyo Pantai Sine Tulungagung Jadi Simbol Syukur Nelayan dan Upaya Pelestarian Budaya Pesisir

Rahiiq Al Bachri • Sabtu, 9 Mei 2026 | 08:00 WIB
Buceng besar dibawa ke 
tengah Teluk Sine untuk dilarung, 
kemarin (8/5/2026). Kegiatan ini menjadi wujud 
syukur masyarakat nelayan di 
kawasan tersebut.(DR PRAMUDYA/RADAR TULUNGAGUNG)
Buceng besar dibawa ke tengah Teluk Sine untuk dilarung, kemarin (8/5/2026). Kegiatan ini menjadi wujud syukur masyarakat nelayan di kawasan tersebut.(DR PRAMUDYA/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG – Larung Sembonyo di Pantai Sine kemarin (8/5/2026) bukan hanya ritual tahunan masyarakat pesisir selatan Tulungagung.

Tradisi melarung sesaji ke laut itu menjadi simbol rasa syukur nelayan atas hasil tangkapan, sekaligus bentuk penghormatan terhadap alam dan warisan leluhur yang terus dijaga lintas generasi.

Karena itu, pelestarian tradisi bahari di Dusun Sine, Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung, tersebut terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh adat, dan masyarakat pesisir.

Baca Juga: Pengusaha Soroti Nasib Pantai Popoh Tulungagung, Dinilai Kini Lebih Cocok Jadi Kawasan Perikanan

Ritual budaya yang menjadi agenda tahunan warga Pantai Sine itu kembali diposisikan sebagai bagian penting penguatan identitas daerah sekaligus perekat sosial masyarakat nelayan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tulungagung Muhamad Ardian Candra yang hadir mewakili Plt Bupati Tulungagung menegaskan, pemerintah daerah bakal terus menjaga keberlangsungan tradisi lokal agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Menurut dia, budaya daerah memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan jati diri masyarakat.

“Pesan Pak Plt bupati jelas, budaya ini jangan sampai hilang. Disbudpar akan terus memfasilitasi agar tradisi di Tulungagung tetap punya ruang dan bisa dinikmati masyarakat luas,” ujarnya di sela kegiatan.

Baca Juga: Lestarikan Tradisi Pesisir, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin Hadiri Istighosah Labuh Sembonyo Pantai Sine

Candra -sapaan akrabnya- menambahkan, keberadaan tradisi seperti Larung Sembonyo juga memiliki nilai strategis dalam pengembangan sektor pariwisata budaya daerah.

Karena itu, pemkab akan terus mendorong agar tradisi masyarakat tetap hidup tanpa kehilangan nilai sakral yang diwariskan leluhur.

Hal senada dilontarkan ketua pelaksana kegiatan Fredi Duwi Setiawan. Dia mengatakan, seluruh persiapan dilakukan secara gotong royong warga bersama panitia dan elemen masyarakat lainnya.

Baca Juga: Larung Sembonyo Fest 2026 Resmi Dimulai, Istighotsah dan Pengajian Akbar Gus Soim Semarakkan Pantai Sine Tulungagung

Apalagi, masyarakat sejak awal menjadi kekuatan utama agar pelaksanaan ritual berjalan lancar sekaligus tetap menjaga esensi budaya yang ada.

“Fokus kami yang penting acara jalan lancar dan esensi ritualnya tidak hilang. Ini hasil kerja keras semua pihak, mulai dari warga sampai pemerintah yang mendukung secara penuh,” katanya.

Selain menjadi agenda budaya, Larung Sembonyo juga dipandang sebagai sarana mempererat hubungan sosial masyarakat pesisir.

Warga dari berbagai kalangan terlibat langsung dalam rangkaian prosesi, mulai persiapan hingga pelaksanaan ritual larung sesaji ke tengah laut.

Baca Juga: Tunggu Berkah JLS, Pantai Popoh Tulungagung Masih Sepi dan Minim Pembenahan

Sementara itu, sesepuh masyarakat, Jumar, mengingatkan bahwa tradisi Larung Sembonyo harus terus dijaga sebagai identitas masyarakat pesisir.

Dia mengapresiasi keterlibatan pemerintah dan generasi muda yang mulai aktif terlibat dalam menjaga warisan budaya leluhur.

“Tradisi ini identitas kita. Saya senang melihat pemerintah dan anak muda mau turun tangan. Kalau bukan kita yang merawat, siapa lagi yang akan meneruskan marwah leluhur ini,” pungkasnya. (bac/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#budaya pesisir #kalidawir #larung sembonyo #pantai sine