RADAR TULUNGAGUNG – Pabrik Gula (PG) Modjopanggoong Tulungagung resmi menandai kesiapan musim giling 2026 melalui rangkaian tradisi Selamatan Buka Giling dan prosesi Manten Tebu yang digelar meriah, Sabtu (9/5/2026).
Tradisi tahunan tersebut menjadi simbol dimulainya proses produksi sekaligus doa bersama agar musim giling berjalan lancar, aman, dan menghasilkan produksi maksimal.
Rencananya, proses giling akan dimulai pada 3 Juni mendatang.
Sejak pagi, suasana kawasan PG Modjopanggoong dipenuhi nuansa sakral dan kekeluargaan.
Tradisi Manten Tebu yang telah diwariskan turun-temurun kembali digelar sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya sekaligus ungkapan rasa syukur menjelang dimulainya penggilingan tebu.
General Manager PG Modjopanggoong, Sugiyanto, mengatakan seluruh persiapan menghadapi musim giling tahun ini telah rampung.
Mulai kesiapan mesin produksi, sumber daya manusia (SDM), ketersediaan bahan baku tebu, hingga pengecekan kualitas tebu layak giling maupun layak tebang telah dilakukan secara menyeluruh.
“Alhamdulillah, kini pabrik sudah siap melaksanakan proses giling 2026,” ujarnya.
Menurut Sugiyanto, PG Modjopanggoong yang telah lama dikenal sebagai salah satu penghasil gula berkualitas di Tulungagung terus melakukan berbagai pembenahan demi menjaga produktivitas serta kualitas hasil produksi.
Ia menjelaskan, sekitar 97 persen pasokan tebu PG Modjopanggoong berasal dari petani.
Karena itu, hubungan kemitraan dengan petani maupun lembaga petani seperti APTR, KUD, dan KPTR menjadi perhatian utama perusahaan.
“Peran petani sangat strategis. Maka hubungan baik, silaturahmi, dan suasana kekeluargaan antara pabrik gula dengan petani harus terus dijaga agar petani merasa nyaman dan memiliki rasa handarbeni terhadap pabrik,” katanya.
Sementara itu, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menyampaikan dukungannya terhadap upaya peningkatan produktivitas dan kualitas hasil rendemen tebu di PG Modjopanggoong.
Pemerintah Kabupaten Tulungagung, lanjut dia, juga mendukung kerja sama yang terjalin antara petani dan pabrik gula agar target produksi dapat tercapai bahkan melampaui target yang telah ditetapkan.
Selain memperkuat kemitraan, PG Modjopanggoong juga terus melakukan efisiensi di berbagai lini untuk menekan harga pokok penjualan (HPP) tanpa mengurangi kualitas produksi gula.
Langkah tersebut dinilai penting agar PG Modjopanggoong mampu bersaing dengan pabrik gula swasta maupun kompetitor lainnya.
Peningkatan kualitas gula juga terus dilakukan agar petani maupun pabrik memperoleh insentif harga yang lebih baik.
“Kalau kualitas gula meningkat, maka perputaran cash flow petani juga lebih sehat karena gula cepat terserap pasar,” imbuh Sugiyanto.
PG Modjopanggoong optimistis musim giling tahun ini berjalan lancar dan mampu melampaui target produksi yang telah ditetapkan.
Tahun ini, PG Modjopanggoong menargetkan mampu menggiling 446.123 ton tebu dengan target produksi mencapai 33.705 ton gula pasir.
“Semua sudah terkondisikan dengan baik dan Insyaallah giling PG Modjopanggoong tahun ini berjalan lancar,” tegasnya.
Dalam prosesi Manten Tebu, iring-iringan boneka manten tebu yang telah dihias diarak menuju mesin penggilingan sebagai penanda dimulainya musim giling 2026 PG Modjopanggoong Tulungagung.
Baca Juga: Berkah Ramadan, Karyawan PG Modjopanggoong Tulungagung Berbagi dengan Anak Yatim
Tradisi tersebut dipercaya sebagai simbol harapan akan keselamatan, kelancaran, dan hasil panen melimpah selama musim giling berlangsung.
Usai prosesi adat, kegiatan dilanjutkan dengan resepsi di gedung pertemuan PG Modjopanggoong yang dihadiri jajaran manajemen, petani tebu, mitra kerja, serta tamu undangan lainnya.
Sebagai bentuk rasa syukur dan kepedulian sosial, PG Modjopanggoong juga menyalurkan santunan kepada anak yatim dari beberapa yayasan di sekitar wilayah pabrik. (yay)
Editor : Vidya Sajar Fitri