RADAR TULUNGAGUNG – Dominasi jemaah lanjut usia (lansia) menjadi perhatian serius dalam pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 di Kabupaten Tulungagung.
Dari total 1.155 jemaah calon haji (JCH) yang siap diberangkatkan tahun ini, sebanyak 509 orang di antaranya berusia di atas 60 tahun.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung Desi Lusiana Wardhani menyebutkan tingginya jumlah jamaah lansia membuat pengawasan kesehatan dilakukan lebih ketat sejak sebelum keberangkatan hingga nanti di Tanah Suci.
“Selain jamaah lansia, terdapat 365 jamaah yang masuk kategori risiko tinggi sehingga membutuhkan perhatian khusus selama proses ibadah haji,” ujarnya.
Baca Juga: 33 ASN Pemkab Tulungagung Ajukan Cuti Haji 2026, Mayoritas Guru dan Tenaga Kesehatan
Dinas Kesehatan mencatat total jamaah yang menjalani pemeriksaan kesehatan mencapai 1.429 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.326 jamaah dinyatakan memenuhi syarat istitaah atau mampu secara kesehatan untuk menjalankan ibadah haji.
Sementara itu, terdapat lima JCH yang dinyatakan tidak memenuhi syarat istitaah kesehatan.
Rinciannya terdiri atas satu orang dengan kondisi demensia, dua orang menderita penyakit jantung, dan dua orang lainnya memiliki skor aktivitas harian rendah atau tidak mandiri dalam aktivitas sehari-hari.
“Penilaian kesehatan dilakukan secara menyeluruh agar jamaah yang berangkat benar-benar dalam kondisi layak dan aman untuk menjalankan rangkaian ibadah haji,” jelasnya.
Untuk mendukung pelayanan kesehatan jamaah, Dinas Kesehatan menyiapkan 10 petugas kesehatan haji kloter yang terdiri dari empat dokter dan enam perawat.
Selain itu, Pemkab Tulungagung juga menerjunkan tiga petugas haji daerah bidang kesehatan.
Tak hanya pemeriksaan kesehatan, seluruh jamaah juga telah mendapatkan vaksinasi wajib sebagai syarat perjalanan haji.
Vaksin yang diberikan meliputi meningitis, polio, dan Covid-19.
“Seluruh jamaah sebanyak 1.155 orang sudah mendapatkan vaksinasi wajib,” katanya.
Selain vaksinasi, pembinaan kesehatan juga dilakukan secara intensif melalui sosialisasi, konseling kesehatan, hingga tes kebugaran.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi fisik jamaah tetap terjaga sebelum keberangkatan.
Dinkes Tulungagung juga telah menyiapkan sejumlah langkah lanjutan untuk mendukung kelancaran perjalanan ibadah haji.
Di antaranya melakukan pemantauan kesehatan jamaah menjelang keberangkatan, pendampingan saat masuk Asrama Haji Embarkasi Surabaya, hingga serah terima pemantauan kesehatan kepada petugas kloter di embarkasi.
Menurut Desi, pendampingan kesehatan menjadi salah satu faktor penting keberhasilan ibadah haji, terutama bagi jamaah lansia dan risiko tinggi.
Karena itu, pihaknya meminta jamaah disiplin menjaga pola makan, istirahat, serta rutin mengonsumsi obat bagi yang memiliki penyakit penyerta.
“Kami berharap seluruh jamaah tetap menjaga kondisi fisik selama di Tanah Suci agar dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke daerah dalam keadaan sehat,” pungkasnya. (sri/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri