RADAR TULUNGAGUNG – Aktivitas melaut nelayan di kawasan Pantai Popoh di Desa Besole, Kecamatan Besuki, Tulungagung, belum kembali normal.
Minimnya hasil tangkapan membuat sebagian nelayan memilih mencari penghasilan sementara di sektor lain, salah satunya ikut panen jagung di kawasan hutan.
Kepala Dusun Popoh, Defit Eko Prasetyo mengatakan, hasil tangkapan ikan dalam beberapa pekan terakhir masih rendah.
Meski sempat ada tangkapan ikan rengis sekitar dua minggu lalu, jumlahnya belum mampu mendongkrak pendapatan nelayan secara signifikan.
Baca Juga: Pengusaha Soroti Nasib Pantai Popoh Tulungagung, Dinilai Kini Lebih Cocok Jadi Kawasan Perikanan
“Memang sempat ada tangkapan rengis, tetapi jumlahnya tidak besar. Kondisi laut masih belum stabil,” ujarnya, kemarin (11/5).
Menurut Defit, kondisi tersebut dipengaruhi fase bulan purnama yang membuat ikan menjauh dari area tangkapan nelayan tradisional.
Akibatnya, banyak perahu memilih tidak melaut setiap hari karena biaya operasional tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh.
Untuk menyiasati kondisi tersebut, sebagian warga pesisir sementara beralih pekerjaan.
Baca Juga: Tunggu Berkah JLS, Pantai Popoh Tulungagung Masih Sepi dan Minim Pembenahan
Saat ini banyak nelayan ikut bekerja di kawasan hutan karena sedang memasuki musim panen jagung.
“Banyak yang sementara ikut panen jagung sambil menunggu hasil laut kembali normal,” katanya.
Sementara itu, Dinas Perikanan (Diskan) Tulungagung membenarkan kondisi tangkapan ikan di pesisir selatan masih fluktuatif.
Kabid perikanan tangkap, Ulul Azmi menjelaskan, faktor cuaca menjadi penyebab utama belum stabilnya hasil tangkapan nelayan.
Menurut dia, fase bulan purnama disertai angin kencang membuat pergerakan ikan berubah dan aktivitas melaut nelayan menjadi terbatas.
“Pengaruh bulan purnama dan angin kencang memang cukup besar terhadap hasil tangkapan,” jelasnya.
Meski demikian, dia memprediksi kondisi perikanan tangkap akan kembali membaik pada bulan depan seiring perubahan cuaca dan kondisi gelombang laut yang mulai lebih bersahabat.
“Diperkirakan bulan depan mulai normal kembali,” pungkasnya.(*/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri