Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Rentetan Laka Lantas di Tulungagung, Truk dan Motor Terlibat Tabrakan Maut di Jembatan Ngujang 2

Sandy Sri Yuwana • Kamis, 14 Mei 2026 | 09:44 WIB
Tiga peristiwa kecelakaan lalu lintas terjadi di sejumlah titik di Tulungagung dalam kurun waktu satu malam, Selasa hingga Rabu (13/5/2026) dini hari. (ILUSTRASI: FREEPIK.COM/RAWPIXEL.COM)
Tiga peristiwa kecelakaan lalu lintas terjadi di sejumlah titik di Tulungagung dalam kurun waktu satu malam, Selasa hingga Rabu (13/5/2026) dini hari. (ILUSTRASI: FREEPIK.COM/RAWPIXEL.COM)

RADAR TULUNGAGUNG – Rentetan kecelakaan lalu lintas terjadi di sejumlah titik di Tulungagung hanya dalam kurun waktu satu malam, Selasa hingga Rabu (13/5/2026) dini hari. 

Sedikitnya 1 orang meninggal dunia, 1 pelajar mengalami luka berat, dan 2 pengendara lain harus menjalani perawatan akibat insiden yang mayoritas dipicu kelalaian pengendara saat mengambil jalur lawan. 

Kecelakaan paling fatal terjadi di Jembatan Ngujang 2, tepatnya di jalan umum masuk Desa Pucunglor, Kecamatan Ngantru, Tulungagung, Selasa malam (13/5) sekitar pukul 21.45.

Baca Juga: Tekan Angka Kecelakaan Pelajar, Radar Tulungagung dan Satlantas Polres Gelar Edutalktif di SMPN 1 Ngunut

Sebuah truk Mitsubishi AG 8613 PD yang dikemudikan Ahmad Irfan Fauzi, 27, warga Blitar, terlibat tabrakan beruntun dengan sepeda motor Suzuki Satria FU dan Honda PCX. 

Kanit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung Ipda Gerry Permana menjelaskan, kecelakaan bermula saat truk melaju dari arah selatan ke utara dan berusaha mendahului kendaraan di depannya.

Namun, pengemudi diduga kurang memperhitungkan arus dari arah berlawanan. 

Akibatnya, truk bertabrakan keras dengan Suzuki Satria FU AG 6603 RAA yang dikendarai Imam Kanapi, 45, warga Sumbergempol.

Korban terpental dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara penumpangnya, Didik Supriyadi, 43, mengalami luka-luka.

Baca Juga: Tekan Angka Kecelakaan Pelajar, Radar Tulungagung dan Satlantas Gelar Edutalktif di Tiga SMP

“Setelah benturan pertama, sepeda motor korban tergeletak di tengah jalan. Selanjutnya tertabrak lagi oleh Honda PCX yang melaju dari arah utara ke selatan karena jarak sudah terlalu dekat,” ujar Gerry. 

Di sisi lain, pengendara Honda PCX AG 6929 RCR, Erik Baharudin Lopa, 20, warga Kedungwaru, juga mengalami luka-luka akibat benturan kedua tersebut.

Tak berselang lama, kecelakaan lain terjadi di jalan masuk Desa/Kecamatan Karangrejo sekitar pukul 22.30.

Dua sepeda motor Honda Beat terlibat tabrakan adu banteng setelah salah satu kendaraan diduga berjalan terlalu ke kanan. 

Baca Juga: 13 Pelajar Tewas, 260 Terlibat Kecelakaan di Tulungagung, Psikolog Ungkap Emosi Remaja Jadi Pemicu Utama

Dalam insiden itu, Kanaka Atha Mauzzain, 21, warga Ngantru, mengalami luka ringan, sedangkan Ahmad Shofi Rohmatulloh, 18, pelajar asal Karangrejo, mengalami luka berat.

Petugas menduga kecelakaan terjadi karena salah satu pengendara kurang berhati-hati dan melewati batas marka hingga memakan jalur lawan.

“Kondisi malam hari juga menuntut konsentrasi lebih saat berkendara,” tambah Gerry. 

Kecelakaan ketiga terjadi Rabu dini hari (13/5) sekitar pukul 02.58 di wilayah Kecamatan Kedungwaru.

Sebuah Toyota Innova AG 1220 TG yang dikemudikan Imam Supandi, 44, diduga terlalu mengambil haluan ke kanan hingga menabrak Honda Beat AG 3593 RFM dari arah berlawanan. 

Akibat kecelakaan tersebut, pengendara motor bernama Sindhu Byan Fandhega, 15, pelajar asal Ngantru, mengalami luka berat dan harus menjalani perawatan intensif.

Baca Juga: Angka Kecelakaan Pelajar di Tulungagung Masih Tinggi, Dishub Dorong Pemanfaatan Bus Sekolah

Kasatlantas Polres Tulungagung AKP M Taufik Nabila menegaskan, mayoritas kecelakaan dipicu kelalaian pengendara yang tidak disiplin menjaga lajur.

Dia juga menyoroti masih adanya pelajar di bawah umur yang berkendara hingga dini hari.

“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan agar tidak memaksakan mendahului kendaraan tanpa ruang aman yang cukup. Jangan mengambil lajur lawan karena risikonya sangat fatal,” tegasnya. 

Dia juga meminta orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak di bawah umur agar tidak mengendarai kendaraan bermotor sebelum memiliki SIM dan kemampuan berkendara yang memadai.(sri/c1/rka) 

 

Editor : Vidya Sajar Fitri
#jembatan ngujang 2 #satlantas polres tulungagung #kecelakaan #pelajar