RADAR TULUNGAGUNG – Upaya menjaga estetika dan kenyamanan ruang terbuka hijau (RTH) di Tulungagung belum tuntas.
Meskipun pemeliharaan rutin sudah dilakukan, 14 taman dan hutan kota punya pekerjaan rumah (PR) penghijauan dan penerangan yang dinilai belum maksimal.
Kabid Tata Lingkungan DLH Tulungagung, Reni Fatmawati, menjelaskan bahwa objek pemeliharaan meliputi sejumlah taman ikonik hingga kawasan hijau berbasis konservasi.
“Yang jelas alun-alun itu, kemudian Taman Pojok, Taman Rejoagung, Ketanon, hingga Taman Batas Kota masuk dalam pantauan kami,” ujarnya.
Baca Juga: Gunungan Sampah di TPS Bago Tulungagung Dibersihkan, DLH Turunkan Dua Truk dan Libatkan Warga
Tak hanya taman aktif, DLH juga bertanggung jawab atas kawasan hutan kota yang berfungsi sebagai paru-paru kota sekaligus ruang interaksi publik.
“Hutan Kota Ketanon, Hutan Kota Moyoketen, dan Hutan Kota Ngujang itu juga sudah di-SK-kan untuk pemeliharaannya,” imbuhnya.
Meski demikian, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua titik RTH berada dalam kondisi ideal.
Beberapa taman masih terlihat kurang rindang akibat tanaman yang mati atau tidak tumbuh optimal.
Di sisi lain, penerangan di sejumlah sudut taman juga dinilai belum merata, terutama saat malam hari.
Hal tersebut ditegaskan Plt Kepala DLH Tulungagung, Anang Pratistianto.
Dia mengakui bahwa dua aspek tersebut menjadi fokus pembenahan tahun ini.
Menurutnya, intensitas penggunaan taman oleh masyarakat serta faktor cuaca menjadi penyebab utama kerusakan minor yang kerap terjadi.
“Kita sudah petakan. Memang yang paling mendesak itu soal penerangan dan penghijauan. Ada lampu yang redup atau mati dan tanaman yang perlu diganti karena tidak tumbuh optimal,” jelasnya.
Baca Juga: Masalah Solar Bikin Truk Sampah DLH Tulungagung Tersendat, TPS Meluber dan Dikeluhkan Warga
Anang menegaskan, pemeliharaan rutin terus dilakukan secara terjadwal oleh tim di lapangan.
Namun, perbaikan pada sektor tertentu membutuhkan penanganan lebih intensif agar fungsi taman bisa kembali optimal.
“Perbaikan penerangan ini penting untuk keamanan dan kenyamanan pengunjung, terutama di malam hari. Sementara penghijauan kita fokuskan pada penyulaman tanaman agar taman tetap asri,” terangnya.
Dia menambahkan, keberadaan taman dan hutan kota tidak hanya sebagai elemen estetika, tetapi juga menjadi ruang sosial bagi masyarakat.
Baca Juga: Wujudkan Keindahan Kota, DLH Tulungagung Kosek Jalan dan Trotoar Alun-Alun Libatkan Puluhan Personel
Oleh karena itu, kualitasnya harus dijaga secara konsisten.
Dengan pembenahan yang terus berjalan, DLH berharap seluruh titik RTH di Tulungagung dapat menghadirkan suasana yang lebih teduh dan aman, baik siang maupun malam hari.
“Kami ingin setiap taman benar-benar bisa dinikmati masyarakat, tidak hanya indah dilihat, tapi juga nyaman digunakan,” pungkasnya. (bac/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri