RADAR TULUNGAGUNG – Sebanyak 1.175 jamaah calon haji asal Kabupaten Tulungagung resmi diberangkatkan menuju Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Minggu (18/5/2026).
Selanjutnya, ribuan jamaah itu akan diterbangkan ke Tanah Suci untuk menjalankan rangkaian ibadah haji 2026.
Pemberangkatan dilakukan dalam empat kelompok terbang (kloter), yakni kloter 102, 103, 104, dan 105.
Kloter 102 menjadi rombongan pertama yang diberangkatkan sekitar pukul 16.00, sedangkan tiga kloter lainnya dijadwalkan berangkat pada malam hari.
Baca Juga: 365 JCH Tulungagung Masuk Kategori Risiko Tinggi, Bakal Diawasi Ketat Saat Haji 2026
Pelaksana tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin meminta seluruh jamaah menjaga kondisi fisik selama menjalani ibadah di Arab Saudi.
Terlebih, cuaca di Tanah Suci diperkirakan cukup ekstrem.
“Kami meminta seluruh jamaah menjaga kondisi fisik dengan memperbanyak makan dan minum serta mengurangi aktivitas yang tidak perlu,” ujarnya.
Selain itu, jamaah diminta tetap berkoordinasi dengan ketua kloter maupun petugas kesehatan apabila mengalami kendala selama menjalankan ibadah haji.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Tulungagung Suryani mengungkapkan jumlah jamaah yang diberangkatkan tahun ini berkurang tiga orang dibanding data awal saat pelepasan sebelumnya yang mencapai 1.178 jamaah.
Pengurangan tersebut terjadi lantaran tiga calon haji batal berangkat akibat persoalan kesehatan dan musibah meninggal dunia.
“Satu calon haji menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan istrinya memilih menunda keberangkatan untuk mendampingi suaminya. Sedangkan satu calon lainnya meninggal dunia,” jelasnya.
Untuk mendukung kelancaran ibadah jamaah lanjut usia maupun yang memiliki keterbatasan mobilitas, panitia menyiapkan 12 kursi roda.
Baca Juga: 33 ASN Pemkab Tulungagung Ajukan Cuti Haji 2026, Mayoritas Guru dan Tenaga Kesehatan
Seluruh fasilitas itu telah lebih dahulu dikirim ke Asrama Haji Embarkasi Surabaya bersamaan dengan koper jamaah pada Sabtu (17/5).
Suryani juga mengingatkan jamaah agar memprioritaskan pelaksanaan rukun dan wajib haji terlebih dahulu.
Sedangkan ibadah sunah diminta tidak dilakukan secara berlebihan demi menjaga stamina selama berada di Tanah Suci.
“Kami berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat,” pungkasnya.(sri)
Editor : Vidya Sajar Fitri