Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

TPA Terancam Penuh, Volume Sampah di Tulungagung Kini Mencapai 454 Ton Per Hari Menurut Data DLH

Rahiiq Al Bachri • Senin, 18 Mei 2026 | 10:07 WIB
Warga Kelurahan Bago, Kecamatan Tulungagung, bekerja bakti membersihkan sampah beberapa waktu lalu.(RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)
Warga Kelurahan Bago, Kecamatan Tulungagung, bekerja bakti membersihkan sampah beberapa waktu lalu.(RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG – Volume sampah harian di Tulungagung kini mencapai angka yang tidak sedikit.

Berdasarkan perhitungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tulungagung, total timbunan sampah masyarakat saat ini menyentuh sekitar 454 ton per hari.

Angka tersebut menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah di tengah pertumbuhan penduduk dan pola konsumsi masyarakat yang terus meningkat setiap tahun.

Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Tulungagung, Ginanjar Eko Santoso mengatakan, besarnya volume sampah tersebut dihitung berdasarkan standar nasional yang mengacu pada jumlah produksi sampah setiap individu.

“Sesuai standar SNI, satu orang rata-rata menghasilkan sampah sekitar 0,4 kilogram per hari,” ujarnya.

Baca Juga: Gunungan Sampah di TPS Bago Tulungagung Dibersihkan, DLH Turunkan Dua Truk dan Libatkan Warga

Jika dikalkulasikan dengan jumlah penduduk Tulungagung yang mencapai sekitar 1,1 juta jiwa, maka total produksi sampah harian berada di kisaran 454 ton.

Jumlah itu berasal dari berbagai jenis limbah rumah tangga, pasar, pertokoan, hingga aktivitas usaha masyarakat.

Menurut Ginanjar, persoalan sampah menjadi tantangan yang terus berkembang setiap tahun.

Sebab, peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi berbanding lurus dengan kenaikan volume limbah yang dihasilkan masyarakat. 

“Setiap tahun volume sampah terus naik. Kenaikannya berkisar antara 22 sampai 25 ton per tahun,” ungkapnya.

Kondisi tersebut membuat kapasitas pengelolaan sampah di hilir semakin terbebani.

Baca Juga: Masalah Armada dan Kontainer Picu Sampah Menumpuk di TPS Bago Tulungagung, DLH dan Kelurahan Turun Tangan Bersihkan Total

Karena itu, DLH mulai menekankan strategi pengurangan sampah dari sumbernya dibanding hanya mengandalkan sistem angkut dan buang ke tempat pemrosesan akhir (TPA).

Sementara itu, Plt Kepala DLH Tulungagung, Anang Pratistianto menegaskan, penanganan persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting untuk menekan laju peningkatan volume sampah harian. 

“Kita terus mendorong pengurangan sampah melalui edukasi dan penguatan bank sampah,” katanya.

Saat ini, DLH mencatat terdapat sekitar 105 bank sampah aktif yang tersebar di berbagai wilayah Tulungagung. Keberadaan bank sampah tersebut diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam proses pemilahan limbah rumah tangga sebelum masuk ke TPA.

Baca Juga: Masalah Solar Bikin Truk Sampah DLH Tulungagung Tersendat, TPS Meluber dan Dikeluhkan Warga

Selain mengurangi volume sampah, bank sampah juga dinilai memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Sampah anorganik seperti plastik, kardus, hingga botol bekas dapat dipilah dan dijual kembali, sedangkan sampah organik dapat diolah menjadi kompos.

Anang menilai perubahan pola pikir masyarakat menjadi tantangan terbesar dalam pengelolaan sampah saat ini. Sebab, sebagian besar warga masih terbiasa mencampur sampah rumah tangga tanpa proses pemilahan.

“Kita ingin masyarakat mulai sadar memilah sampah dari rumah. Kalau pemilahan dilakukan sejak awal, maka beban di TPA bisa berkurang cukup besar,” terangnya.

DLH juga terus menggencarkan edukasi melalui sekolah, desa, komunitas lingkungan, hingga kader bank sampah.

Baca Juga: Viral, Warga Tanggunggunung Tertangkap Basah Membuang Sampah di Area Telaga Buret Tulungagung, Tak Berkutik Didesak LMDH

Langkah itu dilakukan agar kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah tidak hanya bersifat sementara, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari.

Di sisi lain, tingginya produksi sampah harian juga menjadi peringatan serius terhadap daya tampung TPA di Tulungagung.

Jika laju kenaikan sampah tidak ditekan sejak sekarang, beban pengelolaan limbah diperkirakan akan semakin berat dalam beberapa tahun mendatang.

Karena itu, DLH berharap masyarakat mulai menerapkan pola hidup minim sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta memanfaatkan kembali barang yang masih bisa digunakan.

“Penanganan sampah harus dimulai dari rumah tangga. Kalau semua pihak bergerak bersama, volume sampah harian bisa ditekan,” tandas Anang. (bac/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#konsumsi masyarakat #tpa #sampah #DLH TULUNGAGUNG