RADAR TULUNGAGUNG – Kondisi sejumlah fasilitas di kawasan hutan kota (huko) di Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, mulai memprihatinkan.
Kerusakan terjadi di beberapa titik, mulai area permainan anak hingga jogging track yang menjadi fasilitas favorit masyarakat untuk berolahraga.
Kerusakan sarana publik tersebut dinilai mulai mengganggu kenyamanan pengunjung.
Padahal, kawasan hutan kota selama ini menjadi salah satu ruang terbuka hijau yang ramai dimanfaatkan warga untuk rekreasi, olahraga, hingga aktivitas keluarga pada pagi dan sore hari.
Kabid Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tulungagung, Reni Fatmawati mengatakan, beberapa fasilitas memang sudah memasuki masa perbaikan.
Baca Juga: Area Bermain dan Jogging Track Hutan Kota Tulungagung Mulai Usang, DLH Siapkan Revitalisasi Bertahap
Salah satu yang paling terlihat berada di area permainan anak.
“Permainan itu memang banyak yang rusak,” ujarnya kemarin.
Tak hanya fasilitas bermain, jalur pejalan kaki dan jogging track juga mengalami kerusakan di sejumlah bagian.
Permukaan lintasan terlihat tidak rata akibat dorongan akar pohon besar serta pengaruh cuaca yang terjadi dalam jangka panjang.
“Jogging track itu juga perlu adanya pembenahan,” imbuhnya.
Menurut Reni, pembenahan fasilitas nantinya diharapkan mampu meningkatkan kembali minat masyarakat untuk berkunjung ke kawasan hutan kota.
Dengan sarana yang lebih nyaman dan aman, kawasan tersebut diyakini dapat menjadi ruang publik yang lebih representatif bagi warga Tulungagung.
“Nanti kalau sudah ada perbaikan dengan fasilitas-fasilitas yang lebih baik, saya kira akan menarik semakin banyak orang ke sini,” jelasnya.
Sementara itu, Plt Kepala DLH Tulungagung Anang Pratistianto memastikan telah menyiapkan skema pembenahan secara bertahap.
Perbaikan akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah agar seluruh fasilitas publik tetap dapat difungsikan secara optimal.
“Kita akan lakukan perbaikan secara bertahap agar fasilitas publik tetap layak,” tegasnya.
DLH juga berharap masyarakat ikut menjaga fasilitas umum setelah proses perbaikan dilakukan.
Sinergi antara pemerintah dan masyarakat dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan fungsi hutan kota sebagai ruang terbuka hijau yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh kalangan.
"Kita berupaya menjaga taman dan ruang publik tetap nyaman untuk masyarakat,” pungkasnya. (bac/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri