Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Banyak Proyek Jalan dan Jembatan Mandek, DPRD Tulungagung Soroti Lambatnya Infrastruktur Pasca OTT Bupati

Sandy Sri Yuwana • Kamis, 21 Mei 2026 | 11:02 WIB
Ritme proyek infrastruktur dinilai melambat sebulan pasca OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu.(ILUSTRASI AI)
Ritme proyek infrastruktur dinilai melambat sebulan pasca OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu.(ILUSTRASI AI)

RADAR TULUNGAGUNG – Sebulan pasca operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Tulungagung (nonaktif) Gatut Sunu Wibowo, ritme proyek infrastruktur jadi melambat alias nggremet.

Alhasil, kalangan dewan pun geregetan dan meminta Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin untuk lebih satset menjadi dirigen bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

Sekretaris Komisi D DPRD Tulungagung, Andrianto, mendesak Pemkab Tulungagung segera mempercepat pembangunan infrastruktur yang dinilai mengalami perlambatan dalam beberapa bulan terakhir.

Desakan itu muncul setelah banyaknya keluhan masyarakat terkait minimnya progres pembangunan jalan, jembatan, hingga saluran drainase di berbagai wilayah.

Baca Juga: DPRD Bersama Pemkab Tulungagung Sahkan Lima Ranperda, Fokus Penguatan Pembangunan Daerah

Menurut Andrianto, keresahan masyarakat mulai terasa karena hingga memasuki bulan kelima tahun anggaran, sejumlah pekerjaan fisik belum berjalan optimal.

Kondisi tersebut pun memunculkan banyak pertanyaan dari masyarakat terkait kinerja pemerintah daerah pasca adanya perubahan birokrasi dan penyesuaian regulasi. 

“Berdasarkan keresahan masyarakat yang merasakan adanya perlambatan di sektor infrastruktur, banyak yang tanya-tanya. Karena itu, tadi saya juga menyampaikan dalam bentuk instruksi kepada Pak Plt,” ujarnya.

Politikus PKS tersebut melanjutkan, percepatan pembangunan membutuhkan koordinasi kuat antar OPD, khususnya OPD pengampu sektor infrastruktur.

Karena itu, dia meminta Plt Bupati Tulungagung mampu menjadi penggerak agar seluruh OPD berjalan dalam ritme yang sama.

Baca Juga: Pembangunan Sekolah Rakyat di Tulungagung Masih Tunggu Izin BBWS Brantas, Target Dimulai Oktober 2026

"Harus segera diorkrestasi agar pembangunan infrastruktur segera bisa berjalan lagi" katanya.

Andrianto mengibaratkan koordinasi itu seperti sebuah orkestra musik yang harus dimainkan secara harmonis.

“Kalau orkestra itu kan kumpulan para pengguna alat musik, kemudian berbunyi serasi dan sejalan. Maksud saya seperti itu. Jadi nanti Pak Plt mampu mengumpulkan para OPD pengampu infrastruktur ini dan semuanya sepakat bergerak bersama. Iramanya sejalan,” katanya.

Dia menilai, lebih dari sebulan pasca OTT, sejumlah proyek infrastruktur masih belum menunjukkan perkembangan berarti.

Meski demikian, dia memahami adanya sejumlah kendala administratif dan regulasi yang harus diselesaikan terlebih dahulu.

“Masih ada masalah dan penyesuaian terkait regulasi. Kemudian, ada beberapa informasi soal kenaikan harga satuan karena BBM naik. Otomatis ada penyesuaian lagi,” jelasnya.

Baca Juga: Pelantikan Kaur Perencanaan Desa Kepuh Tulungagung Resmi Digelar, Pemerintah Desa Siap Perkuat Program Pembangunan

Tak hanya proyek jalan, Andrianto menyebut hampir seluruh pekerjaan fisik terdampak perlambatan. Mulai pembangunan jalan, drainase, jembatan, hingga talut.

“Kalau infrastruktur ya hampir semuanya. Ada jalan, parit, jembatan, talut. Padahal ini sudah bulan kelima,” ungkapnya.

Dengan kondisi tersebut, DPRD juga mulai menyoroti potensi rendahnya serapan anggaran infrastruktur pada semester pertama tahun ini.

Meski begitu, dia masih akan meminta penjelasan detail dari OPD terkait mengenai progres realisasi anggaran.

“Kalau dalam bayangan kita otomatis serapan minim. Tapi nanti akan kita tanyakan saat ada pertemuan dengan OPD terkait, serapannya sudah berapa persen,” katanya.

Sementara itu, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin memastikan aktivitas pembangunan infrastruktur di Tulungagung mulai kembali berjalan.

Baca Juga: Progres KDMP Hampir Rampung, tapi Dana Desa Dipangkas 60 Persen, Pembangunan Infrastruktur Terhambat

Dia menjelaskan, selama beberapa waktu terakhir, pemerintah daerah memang melakukan penyesuaian administrasi akibat peralihan kewenangan dari pengguna anggaran ke kuasa pengguna anggaran.

“Semua kegiatan masih terus bisa dilaksanakan. Tapi memang ada beberapa penyesuaian, termasuk peralihan” jelasnya.

Ahmad Baharudin mengatakan, surat terkait pemindahan penyerapan anggaran sebenarnya sudah keluar sekitar tiga minggu lalu. Saat ini, proses pelaksanaan kegiatan juga disebut mulai berjalan kembali.

“Sudah proses. Sudah mulai dilaksanakan,” ujarnya.

Dia pun menegaskan kesiapannya untuk memimpin percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Tulungagung agar proyek-proyek yang sempat tertunda dapat segera terealisasi.

“Saya siap menjadi dirigen untuk memulai lagi pembangunan infrastruktur yang ada di Tulungagung,” tegasnya. (sri/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#ott bupati tulungagung #plt bupati ahmad baharudin #proyek infrastruktur #dprd tulungagung