RADAR TULUNGAGUNG - Ancaman penurunan produksi pangan akibat fenomena El Nino membayangi sejumlah wilayah di Kabupaten Tulungagung.
Sedikitnya 13 desa teridentifikasi masuk dalam zona merah atau prioritas intervensi setelah diprediksi bakal terdampak kekeringan ekstrem yang berpotensi mengganggu stabilitas ketersediaan pangan masyarakat.
Berdasarkan analisis Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas - FSVA), wilayah yang menjadi sorotan utama mencakup empat desa dengan kategori Prioritas 2 atau sangat rentan, yakni Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggunung; Desa Rejosari, Kecamatan Kalidawir; Desa Sidem, Kecamatan Gondang; dan Desa Kedungcangkring, Kecamatan Pagerwojo. Sementara sembilan desa lainnya berada pada kategori Prioritas 3
yang tersebar di beberapa kecamatan.
Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Tulungagung, Hari Pujianto, menegaskan bahwa desa-desa tersebut kini menjadi fokus utama penanganan pemerintah daerah.
“Langkah antisipasi nanti dari pihak ketahanan pangan akan memberikan intervensi di 13 daerah rawan tersebut, termasuk menyiapkan operasi pasar khusus
dalam menghadapi El Nino, khususnya untuk mengantisipasi gejolak harga,” tegas Hari.
Pemerintah sendiri telah menyiapkan langkah taktis melalui penguatan cadangan beras pemerintah yang saat ini berjumlah 60 ton.
Stok ini rencananya akan digenapkan menjadi 79 ton di bulan Mei sebagai upaya mempertebal ketahanan logistik daerah.
“Dinas Ketahanan Pangan saat ini memiliki ketersediaan beras 60 ton. Jumlah ini akan kami tambah lagi sejumlah 19 ton pada bulan Mei ini seperti yang sudah diprogramkan guna memperkuat ketahanan stok kita,” imbuhnya.
Sinergi lintas sektor juga terus diperkuat guna mengamankan lahan pertanian warga di zona merah agar terhindar dari risiko gagal panen.
“Terkait koordinasi, kami melakukan intensif dengan Dinas Pertanian sebagai upaya mitigasi dalam menghadapi fenomena El Nino/kekeringan. Kami juga berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau cuaca guna mengambil langkah antisipasi cepat di lapangan,” jelas Hari.
Bagi masyarakat di kelompok rentan, mekanisme penyaluran bantuan akan dipastikan lebih terukur agar akses pangan tetap terjaga di tengah cuaca krisis.
“Program untuk masyarakat rentan tetap menjadi prioritas kami, terutama dalam memberikan bantuan cadangan pangan untuk memastikan mereka tetap memiliki akses mudah terhadap kebutuhan pangan di tengah kondisi sulit,” pungkasnya.(bac/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri