RADAR TULUNGAGUNG – Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kecamatan Rejotangan, Tulungagung, bukan sekadar bazar sembako murah.
Kegiatan yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Rejotangan, Tulungagung, selama dua hari mulai Kamis (21/5/2026) itu menjelma menjadi gerakan kolaborasi lintas sektor yang menyatukan pelayanan pangan, kesehatan, hingga sosial dalam satu kegiatan terpadu.
Sejak pagi, ratusan warga memadati lokasi untuk berburu kebutuhan pokok murah seperti beras, telur, minyak goreng, gula pasir, dan sayuran.
Antrean panjang warga bahkan terlihat di sejumlah stan pangan yang menyediakan harga di bawah pasaran.
Baca Juga: Beras Murah Diserbu Warga dalam Gerakan Pangan Murah Pucanglaban Tulungagung 2026
Namun, yang paling menonjol dari kegiatan tersebut bukan hanya tingginya antusiasme masyarakat, melainkan keterlibatan berbagai instansi dan lembaga dalam mendukung pelayanan langsung kepada warga.
Mulai dari puskesmas dengan layanan cek kesehatan gratis, PMI Tulungagung melalui donor darah, Pegadaian Tulungagung dengan sosialisasi serta penyerahan buku tabungan, hingga TP PKK desa se-Kecamatan Rejotangan yang ikut menggerakkan kegiatan sosial masyarakat.
Camat Rejotangan, Didi Jarot Widodo Nursyamsu menegaskan, GPM sengaja dikemas tidak hanya berfokus pada stabilitas harga pangan, tetapi juga memperkuat sinergi pelayanan publik lintas sektor.
“Tujuan utamanya menyediakan kebutuhan pangan berkualitas dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Tetapi, kami juga ingin kegiatan ini memberi manfaat lebih luas melalui kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.
Baca Juga: Harga Bahan Pokok di Pasar Ngemplak Tulungagung Naik, Pedagang Keluhkan Modal Kulakan Membengkak
Menurut Didi Jarot, kegiatan tersebut menjadi bukti kuat bahwa kerja bersama antara pemerintah dan instansi maupun komunitas lain.
Pada hari pertama pelaksanaan, masyarakat tidak hanya membeli sembako murah, tetapi juga memanfaatkan layanan kesehatan gratis dari puskesmas.
Sementara pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan donor darah PMI serta senam lansia bersama TP PKK desa se-Kecamatan Rejotangan.
“Ini bentuk sinergi nyata. Semua bergerak bersama untuk masyarakat, mulai pangan, kesehatan, hingga pelayanan sosial,” katanya.
Konsep GPM di Rejotangan juga mengusung pendekatan dari hulu hingga hilir dengan melibatkan petani, peternak, hingga pelaku UMKM lokal.
Telur yang dijual dalam kegiatan tersebut berasal dari peternak lokal Rejotangan yang dikenal sebagai salah satu wilayah basis peternakan ayam petelur.
Pasokan beras mendapat dukungan dari Bulog dan hasil pertanian masyarakat sekitar.
Menurut Didi Jarot, langkah itu sekaligus menjadi upaya menjaga perputaran ekonomi lokal dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Harapannya, kegiatan ini bisa terus berlanjut karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat sekaligus mendukung kesejahteraan petani, peternak, dan pelaku usaha pangan lokal,” ungkapnya.
Antusiasme warga yang tinggi sepanjang kegiatan menjadi indikator bahwa GPM masih sangat dibutuhkan masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Pemerintah Kecamatan Rejotangan pun berharap model kolaborasi lintas sektor seperti ini dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari kontribusi daerah dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.(rin/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri