Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Reco Pentung Tulungagung: Kisah Sumiran Bangun Kerajaan Rokok dari Nol hingga Dikaitkan dengan Mitos Nyi Roro Kidul

Dyah Wulandari • Jumat, 22 Mei 2026 | 20:01 WIB
Reco Pentung Tulungagung pernah jadi pabrik rokok terbesar di Jawa Timur. Begini kisah Sumiran hingga mitos Nyi Roro Kidul.
(screenshot youtube)
Reco Pentung Tulungagung pernah jadi pabrik rokok terbesar di Jawa Timur. Begini kisah Sumiran hingga mitos Nyi Roro Kidul.
(screenshot youtube)

TULUNGAGUNG - Reco Pentung Tulungagung kembali menjadi sorotan setelah kisah pendirinya, Sumiran Karsodiwiryo, ramai diperbincangkan di media sosial. Pabrik rokok legendaris asal Jawa Timur itu dikenal bukan hanya karena kejayaannya pada era 1980-1990-an, tetapi juga karena mitos yang mengaitkannya dengan pesugihan Nyi Roro Kidul.

Nama Reco Pentung menjadi bagian penting sejarah industri rokok Tulungagung. Di masa jayanya, perusahaan tersebut mempekerjakan ribuan buruh dan menjadi penggerak ekonomi rakyat di wilayah selatan Jawa Timur.

Namun di balik kejayaan itu, tersimpan perjalanan hidup Sumiran yang penuh perjuangan. Lahir dari keluarga miskin pada 9 September 1921, ia membangun usaha rokok dari industri rumahan hingga menjadi salah satu pabrik terbesar di Jawa Timur Selatan.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Cancer 21-23 Mei 2026: Kecewa soal Ordal hingga Pilih Menjauh dari Lingkungan Toxic

Dari Anak Buruh hingga Pendiri Reco Pentung Tulungagung

Sumiran Karsodiwiryo tumbuh dalam keluarga sederhana di Tulungagung. Ayahnya bekerja sebagai buruh lapangan, penggali tanah, hingga pemasang tiang listrik. Sejak usia enam tahun, Sumiran sudah membantu orang tua mencari nafkah.

Pendidikan formalnya hanya sampai Sekolah Rakyat angkatan pertama pada 1933 dan angkatan kedua pada 1935. Meski begitu, ia dikenal gigih bekerja. Sebelum sukses di bisnis rokok, Sumiran sempat berjualan pisang goreng, kacang, hingga serabi keliling kampung.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Gemini Hari Ini: Simpan Rencanamu Diam-Diam, Kejutan Besar Disebut Segera Datang

Momentum besar datang pada Mei 1946. Bersama istrinya, Supatmi, ia mulai membuat rokok kretek kelobot rumahan. Produk pertamanya bernama Cap Ikan Dorang dan dipasarkan sendiri dari pasar ke pasar.

Ketika Belanda kembali menduduki Tulungagung pada 1948, patung batu Reco Pentung yang menjadi ikon kota ikut diruntuhkan. Setelah situasi kembali aman pada 1949, Sumiran menggunakan nama tersebut sebagai merek rokok barunya.

Produksi awal hanya melibatkan 5 hingga 20 pekerja. Namun dalam beberapa tahun, permintaan meningkat pesat. Aroma khas kretek Reco Pentung membuat merek itu cepat dikenal masyarakat Jawa Timur.

Baca Juga: Pabrik Rokok Reco Pentung Tulungagung Terbengkalai, YouTuber Ungkap Kondisi Terkini dan Mitos Nyi Roro Kidul

“Kalau hari ini jatuh, besok saya bangun lagi,” ujar Sumiran dalam kisah yang kembali diangkat dalam video dokumenter tentang perjalanan hidupnya.

Pernah Punya 4.500 Karyawan, Reco Pentung Jadi Simbol Industri Tulungagung

Perjalanan Reco Pentung tidak selalu mulus. Pada era 1960-an, situasi politik nasional pasca G30S PKI membuat bisnis rokok terpukul. Ribuan pekerja dirumahkan dan produksi turun drastis.

Baca Juga: Pabrik Rokok Reco Pentung Tulungagung Terbengkalai, YouTuber Ungkap Kondisi Terkini dan Mitos Nyi Roro Kidul

Namun Sumiran kembali bangkit lewat inovasi sigaret kretek putih dan pembaruan merek Reco Pentung pada 1982. Langkah itu berhasil mengembalikan kejayaan perusahaan.

Data dalam kisah tersebut menyebutkan, jumlah pekerja Reco Pentung mencapai sekitar 4.500 orang pada 1991. Angka itu menjadikannya salah satu pabrik rokok terbesar di Jawa Timur Selatan.

Selain Reco Pentung, perusahaan juga memproduksi merek lain seperti Minah, Reco Pentung Wasiat, dan Reco Pentung Jaya. Produk-produknya bersaing dengan merek besar nasional seperti Gudang Garam, Djarum, Bentoel, Sampoerna, hingga Nojorono.

Baca Juga: Pabrik Rokok Reco Pentung Tulungagung Terbengkalai, YouTuber Ungkap Kondisi Terkini dan Mitos Nyi Roro Kidul

Pabrik megahnya berdiri di Jalan Mayor Sujadi Nomor 165 Tulungagung. Tulisan besar “Reco Pentung” di gerbang depan pernah menjadi simbol kebanggaan industri lokal.

Tak hanya fokus di bisnis rokok, Sumiran juga aktif dalam organisasi pengusaha rokok dan pengembangan wisata Pantai Popoh melalui PT Sutera Bina Samudra sejak 1972.

Mitos Pesugihan Nyi Roro Kidul dan Akhir Kejayaan Reco Pentung

Memasuki era 1990-an, industri rokok nasional berubah drastis. Perusahaan besar dengan modal dan teknologi modern mulai mendominasi pasar. Sementara Reco Pentung masih mengandalkan sistem semi manual.

Baca Juga: Nasib Rokok Bentul Biru yang Pernah Merajai Indonesia, Kini Tenggelam Setelah Diakuisisi Perusahaan Asing

Peningkatan cukai, biaya produksi yang membengkak, dan ketatnya persaingan membuat perusahaan kesulitan bertahan. Sekitar 1995, pabrik Reco Pentung berhenti beroperasi.

Ribuan pekerja kehilangan mata pencaharian. Sebagian aset perusahaan kemudian menjadi sengketa hukum dan dilelang pengadilan.

Di tengah kisah jatuh bangun itu, muncul pula mitos yang mengaitkan kejayaan Reco Pentung dengan Nyi Roro Kidul. Kedekatan Sumiran dengan kawasan Pantai Popoh disebut-sebut menjadi asal mula isu tersebut.

Baca Juga: Kisah Sumiran Karsodiwiryo Pendiri Reco Pentung, Anak Buruh dari Tulungagung yang Bangun Kerajaan Rokok hingga Viral karena Mitos Nyi Roro Kidul

Namun keluarga besar Sumiran membantah tudingan pesugihan. Cucunya, Denny Darko, pernah menegaskan bahwa sang kakek hanyalah pencinta budaya Jawa yang menghormati tradisi setempat.

“Mereka menegaskan bahwa sang pendiri hanyalah seorang pencinta budaya Jawa yang menghormati alam dan tradisi, bukan pelaku pesugihan,” demikian narasi dalam kisah tersebut.

Kini bangunan bekas pabrik Reco Pentung di Tulungagung masih berdiri meski sebagian telah beralih fungsi dan terbengkalai. Namun bagi warga Tulungagung, nama Sumiran Karsodiwiryo tetap dikenang sebagai pionir ekonomi rakyat yang pernah mengubah kota kecil menjadi pusat industri rokok di Jawa Timur.

Baca Juga: Denny Darko Bongkar Fakta Keluarga Bos Rokok Reco Pentung, Bantah Tuduhan Pesugihan Nyai Roro Kidul

Editor : Dyah Wulandari
#Sumiran Karsodiwiryo #Pesugihan Nyi Roro Kidul #Pabrik rokok legendaris #denny darko #Reco Pentung Tulungagung