(screenshot youtube)
TULUNGAGUNG - Reco Sewu Tulungagung kembali menarik perhatian publik setelah video penelusuran kawasan makam pendiri rokok Reco Pentung viral di media sosial. Kompleks wisata sekaligus pemakaman megah dekat Pantai Popoh itu kini terlihat sepi dan sebagian area mulai terbengkalai meski pernah menjadi ikon wisata Kabupaten Tulungagung.
Kompleks Reco Sewu berada di kawasan Pantai Popoh, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Tempat ini dibangun oleh almarhum Haji Sumiran Karsodiwiryo, pendiri pabrik rokok Reco Pentung yang berjaya pada era 1980-an hingga 1990-an.
Selain dikenal sebagai pengusaha rokok legendaris, Sumiran juga disebut berperan dalam pengembangan wisata Pantai Popoh sejak tahun 1972. Karena itu, kawasan Reco Sewu dulunya tak hanya menjadi lokasi makam keluarga, tetapi juga destinasi wisata budaya yang ramai dikunjungi pelancong.
Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin Diperiksa KPK Bersama 9 Kepala OPD Lain
Reco Sewu Dibangun Megah dengan Ribuan Patung Penjaga
Padepokan Reco Sewu diresmikan pada tahun 1993 dan berdiri di atas lahan seluas sekitar tiga hektare. Salah satu ciri khas kawasan ini adalah keberadaan ribuan arca atau patung penjaga yang tersusun rapi di hampir seluruh sudut kompleks.
Dalam video penelusuran yang diunggah kanal YouTube wisata, disebutkan terdapat sekitar 2.999 patung di area tersebut. Patung-patung itu memiliki bentuk serupa dengan ukuran berbeda-beda.
Di bagian depan kawasan berdiri patung raksasa memegang gada yang disebut sebagai Dwarapala atau patung penjaga tempat suci dalam budaya Jawa dan Hindu kuno.
“Biasanya Dwarapala ini berada di gerbang masuk tempat suci,” ujar narator video.
Area makam Haji Sumiran berada di dalam bangunan utama yang tidak bisa dimasuki sembarangan oleh pengunjung. Lokasi itu dianggap sebagai kawasan sakral sehingga aksesnya dibatasi.
Tak hanya itu, di sekitar kompleks juga terdapat bangunan yang disebut sebagai “rumah Nyi Roro Kidul”, sosok yang identik dengan mitos penguasa Pantai Selatan Jawa.
Pernah Ramai Wisatawan Saat Reco Pentung Masih Berjaya
Pada masa kejayaannya, Reco Sewu disebut menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan yang berkunjung ke Pantai Popoh. Banyak pelancong menyempatkan diri mampir untuk melihat megahnya kompleks makam sekaligus menikmati nuansa budaya Jawa yang kuat.
“Dua tahun pertama kompleks ini tidak pernah sepi pengunjung,” ungkap narator dalam video tersebut.
Kejayaan kawasan itu juga tak lepas dari kesuksesan bisnis rokok Reco Pentung yang menjadi sumber pembiayaan utama pengelolaan Reco Sewu.
Nama Reco Pentung sendiri pernah sangat populer di Jawa Timur Selatan. Pabrik rokok tersebut dikenal sebagai salah satu industri besar Tulungagung yang mempekerjakan ribuan karyawan pada era 1980 hingga awal 1990-an.
Namun, memasuki akhir 1990-an, kondisi perusahaan mulai mengalami kemunduran. Persaingan industri rokok nasional yang semakin ketat membuat bisnis tersebut perlahan merosot hingga akhirnya berhenti beroperasi.
Kini Reco Sewu Sepi dan Mulai Kehilangan Pamor
Sejak wafatnya Haji Sumiran, kawasan Reco Sewu perlahan kehilangan daya tariknya. Aktivitas wisata yang dulu ramai kini jauh berkurang dan sebagian fasilitas tampak tidak terawat.
Dalam video tersebut terlihat beberapa area mulai sepi dan minim aktivitas pengunjung. Meski begitu, nuansa megah dari ribuan arca dan bangunan khas Jawa masih terasa kuat.
Sebagian masyarakat Tulungagung masih mengenang Reco Sewu sebagai simbol kejayaan industri lokal yang pernah mengangkat nama daerah. Sementara bagi wisatawan, tempat ini kini lebih dikenal sebagai wisata sejarah dan wisata mistis yang menyimpan banyak cerita.
Keberadaan rumah Nyi Roro Kidul dan suasana sakral di sekitar makam juga menambah daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang penasaran dengan sejarah maupun mitos yang berkembang di kawasan Pantai Selatan.
Meski sudah tidak seramai dulu, Reco Sewu tetap menjadi saksi perjalanan Haji Sumiran Karsodiwiryo dalam membangun kerajaan rokok Reco Pentung hingga menjadi salah satu ikon ekonomi Tulungagung pada masanya.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Aquarius 7 Hari ke Depan: Rezeki Mengalir, Karier Naik Level, Tapi Asmara Mulai Diuji
Editor : Dyah Wulandari