RADAR TULUNGAGUNG – Kabupaten Tulungagung dipercaya menjadi tuan rumah putaran pertama Jatim Pingpong Super League 2026. Ajang tenis meja tingkat Jawa Timur yang digelar di Lapangan Tenis Indor Rejoagung ini menjadi momentum penting bagi pembinaan atlet sekaligus pengembangan olahraga tenis meja di daerah.
Ketua Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Tulungagung, H. Khamim, mengatakan pelaksanaan liga ini mendapat dukungan banyak pihak, yaitu dari Pemkab Tulungagung termasuk juga sponsor bank jatim, masjid Al-Fattah, Putar Rinjani, Telasih Jaya 2, bengkel Tj, dan sponsor lainnya, serta komunitas olahraga di Tulungagung.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada pihak yang sudah banyak memberikan kontribusi untuk olahraga ini mulai dari Pemkab Tulungagung hingga sponsor yang telah mendukung terselenggaranya kompetisi ini,” ujarnya.
Menurut dia, event tersebut diharapkan mampu menjadi pemicu tumbuhnya olahraga tenis meja di Tulungagung. Tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, namun juga memperluas minat masyarakat terhadap olahraga tersebut.
“Kedepan mudah-mudahan dengan adanya event ini bisa menumbuhkan olahraga tenis meja di Tulungagung, menghasilkan atlet-atlet potensial, sekaligus menjadi olahraga rakyat yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Dalam putaran perdana ini, panitia mencatat sekitar 30 kabupaten/kota ambil bagian. Total terdapat sekitar 60 tim yang bertanding selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 Mei 2026.
PTMSI Tulungagung sendiri menurunkan sekitar 23 atlet. Para atlet tersebut didominasi kelompok usia muda, mulai usia 15 tahun hingga 22 tahun.
“Kami kemarin juga sudah melaunching atlet-atlet di Al Fattah. Terkumpul sekitar 22 atlet dan beberapa lainnya masih proses pembinaan. Untuk usia di bawahnya nanti juga akan terus kami siapkan,” jelasnya.
Meski baru pertama kali digelar, PTMSI Tulungagung langsung memasang target tinggi. Mereka berharap atlet tuan rumah mampu bersaing dan naik podium pada putaran perdana Jatim Pingpong Super League ini.
“Target kami tentu podium,” tegas Khamim.
Digelarnya kompetisi tersebut diharapkan menjadi awal lahirnya agenda tenis meja berskala besar di Tulungagung. Selain meningkatkan prestasi atlet, event ini juga diharapkan memberi dampak positif bagi geliat olahraga dan ekonomi daerah.
Editor : Sandy Sri Yuwana