RADAR TULUNGAGUNG - Plh Kabid Lalu Lintas Dishub Tulungagung, Ferdy A. Iswahyudi, mengatakan telah berkoordinasi dengan Satlantas Polres Tulungagung, Satlantas Trenggalek, Polsek Durenan, hingga Dishub Trenggalek terkait pemasangan rambu-rambu pengarah di jalur pengalihan arus Tulungagung-Trenggalek.
“Rambu petunjuk dan pengarah nanti dipasang di titik-titik strategis, baik di ujung maupun di tengah jalur alternatif, supaya masyarakat tidak bingung saat melintas,” ujarnya.
Menurut Ferdy, jenis rambu yang dibutuhkan telah diusulkan dan diakomodasi oleh pihak pelaksana.
Nantinya, pemasangan dilakukan bersama-sama dengan satlantas untuk memastikan posisi rambu mudah terlihat pengguna jalan.
Baca Juga: Jembatan Gondang 1 Tulungagung Tutup Total Mulai 29 Mei, Berikut Ini Jalur Alternatifnya
Dishub juga akan melakukan pemantauan berkala terhadap kondisi rambu selama proyek Jembatan Gondang 1 berlangsung.
Jika ditemukan kerusakan atau papan petunjuk kurang jelas, perbaikan akan segera dilakukan agar fungsi informasi tetap maksimal.
“Kalau ada rambu rusak atau kurang terbaca masyarakat, nanti kami pantau dan segera diperbaiki,” katanya.
Selain pemasangan rambu, koordinasi lintas instansi juga dilakukan untuk meminimalkan potensi gangguan lalu lintas selama masa penutupan Jembatang Gondang 1.
Sebab, jalur alternatif yang disiapkan bakal dilalui kendaraan besar maupun kendaraan pribadi dengan intensitas lebih tinggi dibanding biasanya.
Dalam pembagian tugasnya, dishub fokus pada manajemen rekayasa lalu lintas dan utilitas pendukung seperti papan petunjuk arah.
Satlantas bertanggung jawab pada pengaturan arus kendaraan di lapangan apabila terjadi kepadatan maupun kemacetan.
“Satlantas nanti lebih ke operasional pengaturan lalu lintas di lapangan, sedangkan kami direkayasa dan fasilitas pendukungnya,” jelas Ferdy.
Penutupan Jembatan Gondang 1 sendiri dijadwalkan berlangsung hingga akhir tahun.
Namun, dishub dan satlantas berharap pekerjaan bisa selesai lebih cepat agar tidak mengganggu arus kendaraan menjelang momentum Natal dan Tahun Baru.
Di sisi lain, sosialisasi kepada masyarakat terus dilakukan secara masif.
Pemerintah telah melibatkan desa-desa terdampak, kecamatan, hingga perusahaan otobus dan angkutan barang agar mengetahui perubahan jalur selama proyek berlangsung.
“Kami ingin semua pihak mengetahui informasi ini dengan jelas supaya tidak terjadi miskomunikasi di lapangan,” tandasnya. (sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri