Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Jembatan Gondang 1 Tulungagung Ditutup hingga November 2026, Warga Khawatir Jalur Alternatif Tak Mampu Menampung Arus

Rahiiq Al Bachri • Minggu, 24 Mei 2026 | 10:15 WIB
Jembatan Gondang 1 yang rencananya akan dibongkar untuk diperbaiki mulai 29 Mei 2026.(ANGGI SEPTIAN/RADAR TULUNGAGUNG)
Jembatan Gondang 1 yang rencananya akan dibongkar untuk diperbaiki mulai 29 Mei 2026.(ANGGI SEPTIAN/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG - Pengumuman resmi penutupan total Jembatan Gondang 1 langsung memicu gelombang keresahan masyarakat di wilayah Kecamatan Gondang dan Kauman, Tulungagung. 

Penutupan jalur utama Tulungagung–Trenggalek yang dijadwalkan berlangsung mulai 29 Mei hingga 30 November 2026 dipastikan akan mengubah pola lalu lintas secara besar-besaran dan membebani jalan alternatif di kawasan pedesaan.

Warga yang tinggal di sepanjang jalur alternatif mulai khawatir terhadap potensi kemacetan parah, terutama saat jam sibuk pagi dan sore hari ketika aktivitas sekolah, pekerja pabrik, hingga mobilitas warga sedang tinggi.

Baca Juga: Arus Dialihkan Selama Proyek Jembatan Gondang 1 Tulungagung, Pengguna Jalan Diminta Perhatikan Rambu

Mereka meminta dishub bersama aparat kepolisian melakukan pengaturan lalu lintas secara ketat agar jalan perkampungan tidak berubah menjadi titik kemacetan baru. 

Yusuf Sulthon Asrori, warga Desa Mojoarum, Kecamatan Gondang, menilai kendaraan bertonase besar seharusnya tidak diarahkan melewati jalan desa yang memiliki kapasitas terbatas.

Menurutnya, kendaraan berat lebih tepat dialihkan ke jalur provinsi yang konstruksi jalannya lebih memadai.

“Volume jalan desa itu sempit, apalagi saat jam sibuk warga berangkat sekolah dan kerja. Untuk kendaraan di atas 10 sampai 15 ton sebaiknya tetap dialihkan lewat jalan provinsi, sedangkan jalan alternatif desa digunakan kendaraan kecil,” ujarnya. 

Baca Juga: Jembatan Gondang 1 Tulungagung Tutup Total Mulai 29 Mei, Berikut Ini Jalur Alternatifnya

Keluhan juga muncul dari mulut Gading, warga Desa Wonokromo, Kecamatan Gondang, Tulungagung.

Menurut dia, rekayasa lalu lintas yang direncanakan membuat jarak tempuh jadi terlalu jauh.

Warga berharap pemerintah daerah mengevaluasi kemungkinan penggunaan jalur alternatif lain agar pengendara tidak harus memutar terlalu jauh melalui Kecamatan Bandung.

“Putar jalannya jadi jauh banget. Harusnya ada evaluasi lagi supaya jalur alternatif lewat Desa Bendungan juga bisa dipakai, jadi tidak terlalu memutar,” keluh. (bac/c1/rka) 

 

 

Editor : Vidya Sajar Fitri
#jembatan gondang 1 #tulungagung #trenggalek #jalur alternatif #jalan desa