RADAR TULUNGAGUNG - Kelengahan dalam beraktivitas menggunakan media api kembali memicu terjadinya insiden kebakaran di permukiman warga.
Gara-gara ditinggal masuk ke dalam kamar mandi saat sedang membakar tumpukan sampah, sebuah rumpun bambu lebat milik Edi, warga Desa/Kecamatan Ngunut, Tulungagung, ludes dilalap si jago merah pada Kamis (21/5) petang.
Beruntung, kesigapan petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Tulungagung yang langsung menerjunkan armada ke lokasi tempat kejadian kebakaran (TKK) berhasil melokalisasi pergerakan api.
Alhasil, amukan si jago merah tersebut tidak sampai merembet ke bangunan rumah induk maupun jaringan kabel utilitas di sekitarnya.
Informasi yang dihimpun, peristiwa bermula sekitar pukul 17.40 WIB.
Saat itu, pemilik lahan tengah membersihkan pekarangan dan membakar tumpukan sampah domestik yang posisinya berada sangat dekat dengan area rumpun bambu.
Merasa api masih berukuran kecil, tumpukan sampah yang membara itu kemudian ditinggal masuk ke dalam rumah untuk mandi.
“Diduga karena embusan angin dan material bambu kering yang sangat mudah terbakar, kobaran api dari pembakaran sampah tersebut dengan cepat menjalar ke area rumpun bambu. Dalam waktu singkat, api semakin membesar dan menimbulkan kepulan asap tebal,” terang Kasi Operasi dan Pemadaman Damkar Tulungagung, Bambang Pidekso.
Melihat kobaran api yang kian meninggi dan berpotensi mengancam permukiman, warga sekitar yang panik langsung berinisiatif menghubungi markas Damkar Tulungagung sekitar pukul 17.55 WIB.
Merespons laporan darurat tersebut, tim piket langsung memberangkatkan personel beserta armada taktis pada pukul 18.01 WIB dari pos terdekat hingga tiba di lokasi TKK Ngunut pada pukul 18.33 WIB.
“Untuk menjinakkan kobaran api, kami mengerahkan satu unit armada damkar dan mobil tangki water supply,” sambung Bambang.
Baca Juga: 22 Balon Udara Liar Diamankan saat Kupatan, Polisi Tegaskan Risiko Gangguan Listrik hingga Kebakaran
Kerja keras petugas penjinak api di lapangan akhirnya membuahkan hasil manis.
Sektor rumpun bambu yang membara berhasil dipadamkan total dan dilanjutkan dengan proses pembasahan menyeluruh guna mengantisipasi munculnya bara api sekunder yang tersembunyi.
Langkah taktis ini berhasil mengisolasi titik api sebelum menjangkau instalasi penting warga.
“Kami mengimbau warga untuk lebih waspada. Jangan pernah meninggalkan aktivitas pembakaran sampah sekecil apa pun tanpa pengawasan, terutama jika lokasinya berdekatan dengan material kering seperti pohon bambu yang sangat mudah memicu lompatan bara api,” tegas Bambang. (bac/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri