Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Perjalanan Tulungagung–Trenggalek via Jalur Alternatif Penutupan Jembatan Gondang 1 Capai 90 Menit, Jarak Tempuh hingga 36 Kilometer

Sandy Sri Yuwana • Minggu, 24 Mei 2026 | 10:59 WIB
Kondisi jalan utama Tulungagung-Campurdarat di Desa Pelem yang sedianya menjadi jalur alternatif Tulungagung-Trenggalek selama Jembatan Gondang 1 dibongkar.(DR PERDANA/RADAR TULUNGAGUNG)
Kondisi jalan utama Tulungagung-Campurdarat di Desa Pelem yang sedianya menjadi jalur alternatif Tulungagung-Trenggalek selama Jembatan Gondang 1 dibongkar.(DR PERDANA/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG – Rencana penutupan total Jembatan Gondang I Tulungagung dipastikan bakal berdampak besar terhadap pengguna kendaraan roda empat.

Khususnya mengenai jarak dan waktu tempuh.

Radar Tulungagung mencoba simulasi perjalanan menggunakan mobil dari Terminal Gayatri Tulungagung menuju Kecamatan Durenan, Trenggalek, melalui jalur pengalihan Kecamatan Boyolangu–Campurdarat–Bandung Tulungagung pada Sabtu (23/5/2026).

Hasilnya, perjalanan terasa jauh lebih panjang dan lebih lama dibanding kondisi normal saat masih melewati Kecamatan Gondang, Tulungagung. 

Baca Juga: Jembatan Gondang 1 Tulungagung Ditutup hingga November 2026, Warga Khawatir Jalur Alternatif Tak Mampu Menampung Arus

Perjalanan dimulai dari kawasan Terminal Gayatri menuju simpang empat Tamanan, kemudian menuju arah Boyolangu, Tulungagung. 

Pada awal perjalanan, arus lalu lintas relatif lancar.  

Ada beberapa titik jalan yang menyempit seperti di jembatan wilayah Boyolangu, kemudian penyempitan jalan dan peningkatan kepadatan kendaraan juga terjadi diwilayah Kecamatan Campurdarat karena merupakan daerah vital yang terdapat berbagai macam fasilitas umum seperti puskesmas, sekolah, rumah sakit, hingga pasar.

Di area tersebut kecepatan kendaraan juga mulai menurun karena kepadatan aktivitas masyarakat dan banyaknya kendaraan keluar masuk kawasan pasar.

Namun selepas kawasan simpang tiga pasar Campurdarat, kondisi jalan mulai lancar lagi. 

Baca Juga: Arus Dialihkan Selama Proyek Jembatan Gondang 1 Tulungagung, Pengguna Jalan Diminta Perhatikan Rambu

Kepadatan terasa lagi saat memasuki jalur Kecamatan Bandung.

Beberapa ruas jalan relatif lebih sempit dibanding jalur nasional Tulungagung–Trenggalek via Kecamatan Gondang.

Mobil juga beberapa kali harus bergantian melintas dengan kendaraan besar dari arah berlawanan. 

Selain itu, banyak simpang jalan dan aktivitas warga di tepi jalan membuat laju kendaraan tidak bisa stabil.

Pengemudi juga harus lebih berhati-hati karena jalur alternatif didominasi kawasan permukiman dan pusat keramaian. 

Dalam simulasi tersebut, perjalanan dari Terminal Gayatri menuju Durenan, Trenggalek, memakan waktu sekitar 80 hingga 90 menit menggunakan mobil pribadi dengan kondisi lalu lintas normal siang hari. 

Baca Juga: Jembatan Gondang 1 Tulungagung Tutup Total Mulai 29 Mei, Berikut Ini Jalur Alternatifnya

Padahal jika melewati jalur utama via Gondang, perjalanan biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar 35 sampai 40 menit.

Artinya, terdapat tambahan waktu perjalanan hampir satu jam.  

Tak hanya waktu tempuh, jarak perjalanan juga meningkat cukup signifikan.

Jalur normal melalui Jembatan Gondang hanya sekitar 17 hingga 19 kilometer, sedangkan jalur alternatif via Boyolangu–Campurdarat–Pakel–Bandung mencapai sekitar 31 hingga 36 kilometer. 

Kondisi itu membuat konsumsi bahan bakar kendaraan roda empat diperkirakan ikut meningkat selama masa penutupan jembatan berlangsung.

Dari hasil simulasi di lapangan, terdapat sejumlah titik yang diprediksi rawan kepadatan ketika seluruh arus kendaraan mulai dialihkan.

Baca Juga: Banyak Proyek Jalan dan Jembatan Mandek, DPRD Tulungagung Soroti Lambatnya Infrastruktur Pasca OTT Bupati

Di antaranya, simpang Tamanan, area Boyolangu, Pasar Campurdarat, kawasan Bandung, hingga akses masuk Durenan, Trenggalek. 

Potensi antrean kendaraan diperkirakan semakin tinggi saat jam berangkat kerja, jam sekolah maupun sore hari ketika arus kendaraan mulai padat dari dua arah.

Camat Campurdarat, Tri Wantoro mengaku sudah melakukan koordinasi dengan desa-desa di wilayahnya yang merupakan wilayah jalur alternatif rekayasa lalu lintas tersebut.

Yaitu untuk memberikan pengarahan atau sosialisasi kepada warganya masing-masing. 

Tri mengaku kemarin, Jumat (22/5/2026) sudah mengumpulkan kepala desa di wilayah Campurdarat yang jalannya termasuk dilewati rekayasa lalu lintas tersebut. 

"Meski belum ada surat resminya, kemarin ketika rapat dengan kepala desa kami sampaikan informasi tersebut," terangnya. (sri/rka) 

 

 

 

Editor : Vidya Sajar Fitri
#jembatan gondang #jalur alternatif #terminal gayatri #durenan #bandung