Hitung Anggaran Pembangunan Ulang, Dua Kelas SDN 1 Babadan Tulungagung Jadi Prioritas Pemkab

Rahiiq Al Bachri • Dipublikasikan Kamis, 28 Mei 2026 | 09:58 WIB
Kondisi ruang kelas di SDN 1 Babadan Tulungagung yang ambruk. Alhasil, siswa harus mengungsi belajar ke musala.(RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)
Kondisi ruang kelas di SDN 1 Babadan Tulungagung yang ambruk. Alhasil, siswa harus mengungsi belajar ke musala.(RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG – Kerusakan dua ruang kelas di SDN 1 Babadan, Kecamatan Karangrejo, Tulungagung, yang ambles hingga memaksa 63 siswa belajar di musala, akhirnya mendapat perhatian pemerintah daerah.

Pemkab Tulungagung memastikan bangunan sekolah tersebut akan menjadi prioritas penanganan.

Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengatakan, kondisi bangunan sekolah yang mengalami kerusakan parah sudah diidentifikasi jajaran terkait.

Bahkan, dia telah memerintahkan dinas teknis untuk segera menghitung kebutuhan anggaran pembangunan ulang.

Baca Juga: Dua Kelas SDN 1 Babadan Tulungagung Ambruk, Puluhan Siswa Terpaksa Belajar di Musala

Sudah diidentifikasi dan kemarin sudah diperintahkan untuk menghitung kebutuhan untuk dibangun lagi,” ujarnya, kemarin (27/5).

Menurut dia, hingga saat ini proses perhitungan kebutuhan anggaran masih dilakukan.

Pemkab belum dapat memastikan nominal biaya pembangunan karena masih menunggu hasil kajian teknis di lapangan.

“Belum keluar. Nanti kita hitung kebutuhannya berapa baru dianggarkan,” imbuhnya.

Baharudin, sapaan akrabnya, memastikan penanganan sekolah rusak tersebut akan menjadi prioritas pembangunan daerah.

Baca Juga: 11 SMPN di Tulungagung Selatan Ikuti Edutalktif, Satlantas Soroti Pelajar Bawa Motor ke Sekolah

Mengingat, kondisi bangunan dinilai membahayakan keselamatan siswa dan guru apabila tetap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

“Itu akan menjadi prioritas pembangunan. Secepatnya akan ditangani,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua ruang kelas yang digunakan siswa kelas 5 dan kelas 6 dilaporkan mengalami ambles dan retak parah.

Kerusakan diduga dipicu amblesnya saluran air di belakang bangunan sekolah.

Baca Juga: Pembangunan Sekolah Rakyat di Tulungagung Masih Diverifikasi Kementerian PU, Lokasi Dekat Rusunawa Ringinpitu

Akibat kerusakan itu, sebanyak 63 siswa terpaksa dipindahkan sementara ke musala dan ruangan lain demi menjaga keselamatan selama proses pembelajaran berlangsung.

Pihak sekolah menyebut bangunan tersebut belum pernah mendapatkan renovasi besar sejak pertama kali dibangun sekitar tahun 2008 lalu.

Kondisi itu membuat struktur bangunan terus mengalami penurunan kualitas hingga akhirnya ambles dalam beberapa bulan terakhir. (sri/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
sdn 1 babadan pembangunan ulang Karangrejo sekolah