RADAR TULUNGAGUNG - Misteri hilangnya Kasbani, 66, warga Dusun Krajan 3, Desa Betak, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung, akhirnya terjawab.
Lansia yang dilaporkan pergi dari rumah sejak dua hari lalu itu ditemukan meninggal dunia dan mengapung di tepian Sungai Brantas masuk wilayah Dusun Sambirejo, Desa Sambirobyong, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, pada Kamis (28/5/2026) pagi.
Informasi yang dihimpun Koran ini, jasad korban pertama kali ditemukan sekira pukul 08.30 WIB oleh seorang pencari ikan setempat.
Saat ditemukan, posisi tubuh korban dalam keadaan tengkurap menghadap ke bawah, membujur dengan kepala di sebelah barat dan kaki di sebelah timur di area kedung sungai.
Kapolsek Sumbergempol AKP Moh. Anshori saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan penemuan mayat tersebut.
Dia menjelaskan, penemuan ini berawal saat saksi Kasit, 50, warga setempat, yang hendak mencari ikan di aliran Sungai Brantas.
Saksi dikejutkan dengan sesosok tubuh manusia yang mengambang di tepian sungai.
"Saksi kemudian melaporkan temuan tersebut kepada pihak keluarga dan Kepala Desa Sambirobyong. Laporan tersebut lalu diteruskan ke Polsek Sumbergempol sekira pukul 08.45 WIB," terang AKP Anshori.
Mendapat laporan tersebut, petugas Polsek Sumbergempol langsung meluncur ke lokasi guna mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).
Polisi juga berkoordinasi dengan Unit Inafis Satreskrim Polres Tulungagung serta tim medis dari Puskesmas Sumbergempol untuk melakukan identifikasi dan pemeriksaan luar terhadap jasad korban.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan dari tim kesehatan Puskesmas Sumbergempol dan Inafis tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban. Korban murni meninggal dunia karena tenggelam," tegasnya.
Berdasarkan catatan kepolisian, korban sebelumnya sempat dilaporkan hilang di Polsek Kalidawir pada Rabu (27/5).
Korban diketahui telah meninggalkan rumah sejak Selasa pagi (26/5) sekira pukul 06.00 WIB dengan mengendarai sepeda angin merek Polygon warna biru.
Menurut keterangan dari anak korban, Andri, sang ayah, memang sudah lama mengalami gejala penurunan daya ingat atau pikun.
Diduga, korban tersesat hingga ke kawasan sungai dan mengalami kecelakaan yang berujung tenggelam.
Atas hasil pemeriksaan tersebut, pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian ini dengan ikhlas sebagai musibah.
Keluarga memohon untuk tidak dilakukan autopsi menyeluruh melainkan hanya visum luar.
"Pihak keluarga sudah menerima dan membuat surat pernyataan. Setelah dilakukan visum luar, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di Desa Betak, Kecamatan Kalidawir, untuk proses pemakaman," pungkasnya. (bac/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri