RADAR TULUNGAGUNG – Akses jalan nasional yang menghubungkan Tulungagung dengan Trenggalek yang semula direncanakan ditutup total mulai Jumat (29/5) akhirnya ditunda. Penundaan tersebut dijadwalkan hingga tanggal 2 Juni 2026, karena ada keterlambatan alat berat untuk pekerjaan penggantian struktur Jembatan Gondang I secara menyeluruh.
Penutupan jalur utama tersebut diperkirakan berlangsung cukup lama. Yakni hingga 11 Desember 2026 atau sekitar enam bulan masa pengerjaan. Dampaknya, arus kendaraan antardaerah yang selama ini mengandalkan jalur nasional itu dipastikan harus beralih ke jalur alternatif.
KBO Lantas Satlantas Polres Tulungagung, Iptu Ahmad Zainudin menjelaskan, pihak-pihak yang bersangkutan dengan pembangunan jembatan Gondang 1 itu sudah melakukan klarifikasi dan permohonan maaf kepada masyarakat. Dan sepakat untuk menunda dan akan mulai ditutup total pada Selasa, tanggal 2 Juni 2026, pukul 14.00 WIB.
“Penutupan jalur ini dilakukan untuk mendukung proses penggantian struktur Jembatan Gondang I secara menyeluruh. Selama pekerjaan berlangsung area jembatan harus disterilkan,” ujarnya.
Menurut dia, proyek pembangunan jembatan ditargetkan tuntas dalam waktu enam bulan. Selama periode tersebut, kendaraan roda dua, roda empat hingga kendaraan berat roda enam diarahkan melewati jalur pengalihan yang telah disiapkan.
Satlantas Polres Tulungagung pun telah memetakan sejumlah jalur alternatif untuk memecah kepadatan arus lalu lintas. Pengendara diminta menyesuaikan rute perjalanan dan memperhitungkan tambahan waktu tempuh.
“Penutupan jalur nasional ini diperkirakan menambah waktu perjalanan sekitar 30 menit. Yang jelas untuk kendaraan roda enam perjalanan akan lebih panjang dari biasanya,” imbuhnya.
Sementara itu, Plh Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung, Ferdi A. Iswahyudi mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan rambu petunjuk jalur alternatif di sejumlah titik.
“Kita sudah meninjau pemasangan rambu petunjuk jalur alternatif. Kita evaluasi beberapa titik yang masih ada kekurangan, selanjutnya kita sampaikan kepada pihak pelaksana agar segera ditindaklanjuti,” terangnya.
Penutupan total jalur nasional Tulungagung–Trenggalek ini diperkirakan tidak hanya berdampak pada mobilitas masyarakat, tetapi juga distribusi logistik dan aktivitas ekonomi di kawasan selatan Jawa Timur. Terlebih jalur tersebut selama ini menjadi salah satu urat nadi penghubung antarwilayah.
Editor : Sandy Sri Yuwana