RADAR TULUNGAGUNG - Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi kembali diberlakukan per 1 Juni 2026.
Di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah hukum Tulungagung, tren harga menunjukkan pergerakan yang variatif.
Beberapa jenis bahan bakar mengalami penurunan harga, sementara jenis lainnya justru merangkak naik.
Kondisi fluktuatif ini salah satunya terpantau di SPBU Jepun, Kecamatan Tulungagung.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, pergeseran angka pada papan tarif pengisian BBM nonsubsidi sudah mulai diterapkan sejak dini hari.
Heru, salah seorang petugas operasional di SPBU Jepun, membenarkan adanya perubahan harga berkala tersebut.
Menurutnya, untuk jenis solar nonsubsidi seperti Dexlite, trennya justru mengalami penurunan harga dibanding periode bulan sebelumnya.
"Untuk jenis BBM nonsubsidi bervariasi. Untuk Dexlite, bulan ini mengalami penurunan harga di papan pengisian," ujar Heru.
Kebalikannya, jenis bahan bakar yang justru merangkak naik pada awal bulan ini adalah varian bensin dengan oktan tinggi (RON 98). Penyesuaian tersebut mendongkrak tarif eceran secara signifikan.
"Sementara untuk jenis bahan bakar yang mengalami kenaikan harga pada periode Juni ini adalah Pertamax Turbo," imbuh Heru.
Saat ditanya mengenai besaran lonjakan tarifnya, petugas ramah tersebut merinci bahwa selisih harga dari bulan lalu terhitung cukup tinggi bagi para pengguna kendaraan bermesin performa tinggi.
"Nilai kenaikannya untuk bulan ini berada di angka Rp 1.750 per liter. Jadi, penyesuaian harganya memang langsung disesuaikan secara serentak di mesin dispenser," paparnya.
Dengan adanya penyesuaian tersebut, manajemen SPBU resmi menerapkan nominal tarif baru untuk semua konsumen yang datang melakukan pengisian.
Perubahan harga BBM nonsubsidi yang berjalan secara dinamis ini diprediksi akan memicu penyesuaian pola konsumsi di tingkat pengguna kendaraan pribadi maupun sektor industri lokal di Tulungagung, mengingat bahan bakar nonsubsidi sangat bergantung pada fluktuasi harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah. (bac/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri