RADAR TULUNGAGUNG - Penutupan total Jembatan Gondang 1 Tulungagung tidak hanya berdampak pada arus lalu lintas kendaraan umum.
Bus sekolah milik Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung yang melayani pelajar dari wilayah perbatasan Tulungagung–Trenggalek juga harus melakukan penyesuaian rute.
Kabid Angkutan dan Sarana Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung, Oki Sakti Nugrahajati menjelaskan, untuk sementara titik akhir layanan bus sekolah rute Gondang dipindahkan hingga Polsek Gondang.
Kebijakan tersebut diambil karena armada bus berukuran besar tidak memungkinkan melintasi jalur alternatif yang sempit.
"Untuk sementara, pemberhentian terakhir bus sekolah di Polsek Gondang. Itu sudah kami sepakati dan sudah kami informasikan kepada wali murid maupun siswa melalui grup komunikasi yang ada," ujarnya.
Menurut Oki, sebelumnya bus sekolah melayani hingga kawasan Kalitelu yang berada di perbatasan Tulungagung-Trenggalek.
Namun, setelah penutupan jembatan, akses menuju wilayah tersebut harus melalui jalan-jalan kecil yang tidak memenuhi standar operasional bagi bus berukuran besar.
Dia menjelaskan, selain kondisi jalan yang sempit, sejumlah ruas alternatif juga memiliki keterbatasan ruang untuk manuver kendaraan.
Kondisi itu dinilai berisiko apabila dipaksakan dilalui armada bus sekolah.
"Kalau bus besar masuk ke jalan alternatif yang kecil-kecil itu tidak memungkinkan. Untuk simpangan saja sulit, sehingga kami tidak berani mengambil risiko," katanya.
Dishub sebenarnya sempat mempertimbangkan penggunaan armada Elf yang berukuran lebih kecil untuk menggantikan bus pada rute tersebut.
Namun, setelah dilakukan perhitungan kapasitas, opsi itu dinilai belum mampu mengakomodasi seluruh penumpang.
Armada Elf yang dimiliki dishub hanya mampu mengangkut sekitar 14 hingga 18 penumpang. Sementara jumlah siswa yang setiap hari menggunakan layanan bus sekolah rute Gondang mencapai sekitar 25 hingga 30 orang.
"Kalau menggunakan Elf tidak cukup. Kapasitasnya jauh lebih kecil dibanding jumlah siswa yang selama ini kami layani," jelasnya.
Karena itu, sementara para siswa yang berasal dari wilayah Kalitelu dan sekitarnya diminta menuju Mapolsek Gondang untuk naik maupun turun dari bus sekolah.
Orang tua diharapkan membantu mengantar anak-anak mereka menuju titik tersebut melalui akses jalan lokal yang masih bisa dilalui kendaraan roda dua.
Oki mengatakan, mayoritas pengguna layanan tersebut merupakan pelajar SMP dan SMA yang bersekolah di wilayah perkotaan Tulungagung.
Selain itu, terdapat pula sejumlah siswa MTs yang memanfaatkan layanan bus sekolah gratis tersebut.
"Rata-rata setiap hari ada sekitar 30 siswa. Sebagian besar sekolahnya di wilayah kota Tulungagung," terangnya.
Meski demikian, dishub masih akan melakukan evaluasi selama masa penutupan Jembatan Gondang 1 berlangsung.
Apabila ditemukan alternatif rute yang aman dan memungkinkan dilalui armada, tidak menutup kemungkinan titik layanan akan kembali diperpanjang mendekati tujuan akhir sebelumnya.
"Kami akan melihat perkembangan di lapangan. Kalau nanti ada alternatif yang memungkinkan dan aman untuk dilalui, tentu akan kami pertimbangkan kembali," tandasnya. (sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri