RADAR TULUNGAGUNG – Kerusakan saluran drainase di jalur alternatif Desa Mojoarum, Kecamatan Gondang, Tulungagung, akibat meningkatnya lalu lintas selama penutupan Jembatan Gondang 1 mulai mendapat perhatian Pemkab Tulungagung.
Meski demikian, hingga kini pemkab masih memprioritaskan perbaikan ruas jalan alternatif yang mengalami kerusakan lebih parah di wilayah selatan Gondang.
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengatakan, sejumlah titik jalan rusak di jalur pengalihan arus telah ditangani.
Perbaikan difokuskan pada ruas yang dinilai mengganggu aktivitas masyarakat dan keselamatan pengguna jalan.
“Yang arah selatan kemarin sudah dikerjakan. Dari polsek ke timur yang bolong-bolong sudah diperbaiki,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (6/6).
Terkait laporan amblesnya drainase di Desa Mojoarum, Ahmad Baharudin mengaku telah menerima informasi tersebut.
Namun, sebelum menentukan langkah penanganan, pemerintah daerah akan terlebih dahulu melakukan pengecekan kondisi di lapangan.
Menurutnya, kerusakan yang terjadi diduga berkaitan dengan meningkatnya volume kendaraan selama penutupan total Jembatan Gondang 1.
Jalur desa yang sebelumnya hanya digunakan untuk mobilitas warga setempat kini berubah menjadi salah satu akses alternatif penghubung Tulungagung–Trenggalek.
Meski demikian, pihaknya membuka peluang untuk melakukan perbaikan apabila hasil kajian menunjukkan kondisi kerusakan membutuhkan penanganan segera.
“Nanti kalau memang bisa kita laksanakan tentu langsung dikerjakan,” katanya.
Saat ini, pemerintah daerah masih memfokuskan sumber daya pada penanganan titik-titik kerusakan yang dianggap paling mendesak.
Pemkab juga terus memantau dampak pengalihan arus lalu lintas terhadap kondisi jalan maupun infrastruktur pendukung lainnya di wilayah Kecamatan Gondang.
“Yang penting yang ke arah selatan sudah kita laksanakan,” tandasnya.
Sebelumnya, warga melaporkan sejumlah titik saluran drainase di sepanjang jalur alternatif Desa Mojoarum mengalami ambles.
Kerusakan tersebut diduga dipicu meningkatnya intensitas kendaraan roda empat hingga kendaraan bermuatan yang melintas selama penutupan Jembatan Gondang 1.
Kondisi itu memunculkan kekhawatiran warga karena berpotensi mengganggu fungsi drainase sekaligus membahayakan pengguna jalan.
Pemerintah desa bersama masyarakat berharap adanya evaluasi terhadap rekayasa lalu lintas selama masa penutupan jembatan, sekaligus perbaikan infrastruktur yang terdampak akibat lonjakan volume kendaraan. (sri/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri