Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sepekan Jembatan Gondang 1 Tulungagung Ditutup, 5 Truk Besar Kena Tilang karena Nekat Terobos Jalur Desa

Sandy Sri Yuwana • Selasa, 9 Juni 2026 | 09:42 WIB
Kondisi arus lalu lintas menuju jalur alternatif Desa Mojoarum, Kecamatan Gondang, Tulungagung, yang selalu dipenuhi berbagai jenis kendaraan. Selama sepekan sudah lima truk besar yang terkena tilang akibat nrombol masuk jalan desa.(DR PERDANA/RADAR TULUNGAGUNG)
Kondisi arus lalu lintas menuju jalur alternatif Desa Mojoarum, Kecamatan Gondang, Tulungagung, yang selalu dipenuhi berbagai jenis kendaraan. Selama sepekan sudah lima truk besar yang terkena tilang akibat nrombol masuk jalan desa.(DR PERDANA/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG – Tepat sepekan penutupan Jembatan Gondang 1 Tulungagung pada Selasa (9/6), persoalan kendaraan angkutan barang yang nekat melintasi jalur alternatif sempit masih menjadi pekerjaan rumah.

Meski sebagian besar masyarakat mulai memahami rekayasa lalu lintas yang diterapkan, sejumlah sopir truk roda enam ke atas masih memilih melanggar jalur yang telah ditentukan.

KBO Satlantas Polres Tulungagung Iptu Ahmad Zainudin mengatakan, kepatuhan pengguna jalan secara umum sudah cukup baik.

Namun, masih ditemukan kendaraan besar yang enggan memutar melalui jalur resmi dan tetap memilih melintas di ruas jalan desa.

Baca Juga: Jalur Alternatif Pascapenutupan Jembatan Gondang 1 Tulungagung Kian Padat, Pengendara Keluhkan Kemacetan di Persimpangan

"Sebagian besar masyarakat sebenarnya sudah paham dan mengikuti pola yang sudah diterapkan. Tapi memang masih ada beberapa sopir kendaraan roda enam atau lebih yang tetap lewat jalur yang tidak diperbolehkan," ujarnya ketika dikonfirmasi, Senin (8/6).

Menurut Iptu Zainudin, petugas telah berkali-kali melakukan penindakan berupa putar balik.

Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya efektif menghentikan pelanggaran. 

Selama tujuh hari penutupan jembatan, Satlantas Polres Tulungagung mencatat telah menilang lima kendaraan besar yang melanggar rambu larangan dan nekat masuk melalui jalur kecil.

Meski demikian, sebagian besar pelanggar masih diberikan peringatan.

Baca Juga: Di Tengah Penutupan Jembatan Gondang 1, Supeltas Jadi Garda Terdepan Atur Kemacetan di Jalur Alternatif Tulungagung

"Kami lebih mengedepankan edukasi dan peringatan. Tilang menjadi langkah terakhir. Tapi memang masih ada yang membandel," katanya.

Dari hasil komunikasi petugas dengan para sopir, alasan utama pelanggaran diduga karena pertimbangan efisiensi bahan bakar.

Jalur resmi pengalihan arus dinilai lebih jauh dibanding rute yang biasa mereka tempuh.

"Kalau dari pengakuan sopir, alasannya karena bahan bakar. Mereka menganggap kalau memutar lewat jalur resmi, biaya operasional bertambah," ungkapnya.

Padahal, lanjut Iptu Zainudin, jalur alternatif yang ditetapkan pemerintah telah melalui kajian dan survei kelayakan.

Pengalihan arus memang menuntut pengguna jalan menempuh jarak lebih jauh sebagai konsekuensi perbaikan jembatan.

"Semua harus berkorban. Masyarakat, pengusaha, maupun pengguna jalan. Jalur alternatif sudah melalui proses kajian dan dinyatakan layak," tegasnya.

Baca Juga: Drainase Mojoarum Rusak Dampak Penutupan Jembatan Gondang 1, Pemkab Tulungagung Masih Lakukan Kajian

Dampak pelanggaran mulai dirasakan warga di sejumlah titik.

Banyaknya kendaraan berat yang masuk ke jalan lingkungan menyebabkan kerusakan pada badan jalan hingga saluran drainase.

Keluhan paling banyak muncul di kawasan simpang tiga Cabe, depan Kantor Kecamatan Gondang, serta sepanjang Jalan Raya Desa Mojoarum hingga simpang menuju jalur alternatif.

Ruas jalan yang sempit membuat kendaraan besar sering mengambil badan jalan hingga menekan talut dan saluran drainase di sisi jalan.

"Yang dikeluhkan masyarakat sekarang bukan macet, tetapi kerusakan jalan dan saluran. Talut banyak yang tertekan, selokan ambles, bahkan ada pot pembatas yang bergeser karena jalannya memang bukan untuk kendaraan besar," jelas Iptu Zainudin.

Ke depan, Satlantas Polres Tulungagung berencana melakukan evaluasi bersama Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), pemerintah daerah, serta masyarakat terdampak.

Baca Juga: Dampak Penutupan Jembatan Gondang 1 Tulungagung, Selokan di Jalur Alternatif Desa Mojoarum Ambles Sepanjang 500 Meter

Evaluasi tersebut akan membahas kemungkinan rekayasa lalu lintas baru apabila pelanggaran kendaraan berat masih terus terjadi.

"Kami akan rapat kembali untuk mencari solusi yang lebih efektif. Kalau hanya mengandalkan rambu ternyata masih ada yang tidak patuh, tentu perlu langkah lain agar masyarakat tidak terus dirugikan," pungkasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Jembatan Gondang 1 dibongkar karena kondisi konstruksinya sudah menua dan dinilai tidak lagi ideal untuk menampung tingginya volume lalu lintas di jalur nasional Tulungagung–Trenggalek.

Melalui proyek yang dikerjakan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPPJN), jembatan lama dibongkar untuk diganti dengan konstruksi baru yang lebih kuat, lebih lebar, dan memiliki daya dukung lebih tinggi.

Pembangunan jembatan baru juga diharapkan meningkatkan aspek keselamatan pengguna jalan sekaligus memperlancar arus lalu lintas di jalur selatan Jawa Timur. (sri/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#jembatan gondang 1 #tilang #jalur alternatif #truk #bus