RADAR TULUNGAGUNG – Pemkab Tulungagung terus berupaya memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat. Salah satunya melalui penyelenggaraan Job Fair 2026 yang resmi dibuka oleh Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan bursa kerja terbesar yang pernah digelar Pemkab Tulungagung itu diikuti 43 perusahaan dan tiga pelaku UMKM.
Total tersedia 3.754 lowongan kerja dari berbagai sektor usaha, meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata hanya menyediakan sekitar 1.750 peluang kerja.
Kesempatan ini pun tidak disia-siakan para pencari kerja (pencaker).
Didampingi Pj Sekda Tulungagung Tri Hariadi, Plt Bupati Ahmad Baharudin menyampaikan bahwa job fair menjadi salah satu instrumen penting untuk menekan angka pengangguran terbuka di Tulungagung.
Menurutnya, hingga saat ini tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kabupaten Tulungagung masih berada di angka 4,02 persen atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Jawa Timur yang mencapai 3,5 persen.
“Ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Harapan kami, angka pengangguran terbuka di Tulungagung terus menurun dan setidaknya bisa sejajar, bahkan lebih rendah dari rata-rata provinsi,” ujarnya.
Baharudin menilai potensi sumber daya manusia Tulungagung sangat besar. Dengan jumlah penduduk yang mencapai sekitar 1,2 juta jiwa, daerah ini memiliki modal kuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor.
Karena itu, dia mengajak kalangan dunia usaha untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam membuka lapangan pekerjaan.
Menurutnya, hubungan antara perusahaan dan pencari kerja merupakan kebutuhan yang saling melengkapi.
“Perusahaan membutuhkan tenaga kerja untuk meningkatkan produktivitas usaha, sementara masyarakat membutuhkan pekerjaan untuk meningkatkan kesejahteraan. Sinergi ini harus terus diperkuat,” katanya.
Selain membuka akses kerja, Pemkab Tulungagung juga mendorong perusahaan untuk memperhatikan kesejahteraan pekerja.
Ahmad menegaskan bahwa perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja menjadi aspek yang tidak boleh diabaikan.
Dia mengimbau seluruh perusahaan yang beroperasi di Tulungagung untuk memastikan pekerja mendapatkan jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan secara optimal.
Upaya tersebut dinilai mampu meningkatkan kualitas hidup pekerja sekaligus mendukung produktivitas perusahaan.
Baca Juga: Berbulan-bulan Tak Digaji, Pekerja Konstruksi Tulungagung Ungkap Dugaan Pelanggaran Perusahaan
Pada kesempatan yang sama, Pemkab Tulungagung bersama BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan santunan kepada sejumlah ahli waris peserta yang mengalami risiko kerja.
Penyerahan santunan tersebut menjadi bukti nyata pentingnya perlindungan tenaga kerja bagi para pekerja dan keluarganya.
Tidak hanya menghadirkan perusahaan, Job Fair 2026 juga melibatkan tiga pelaku UMKM lokal.
Kehadiran mereka dimaksudkan untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan daerah sekaligus memperluas akses pemasaran bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
Menurut Baharudin, keterlibatan UMKM dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Baca Juga: Santunan JKM Pekerja Rentan Disalurkan, BPJS Ketenagakerjaan Trenggalek Pastikan Tepat Sasaran
Pelaku usaha lokal diharapkan semakin kreatif dan mampu memperluas jangkauan pasar produknya.
Pemkab Tulungagung berharap penyelenggaraan job fair dapat menjadi agenda strategis yang terus berkembang setiap tahun.
Dengan dukungan berbagai pihak, mulai perusahaan, BPJS, Baznas, hingga pelaku usaha, jumlah perusahaan peserta maupun peluang kerja yang tersedia diharapkan semakin meningkat.
“Semoga ke depan perusahaan yang ikut semakin banyak dan peluang kerja yang tersedia juga bertambah. Yang terpenting, masyarakat semakin mudah mendapatkan informasi lowongan kerja dan memiliki kesempatan lebih besar untuk memperoleh pekerjaan,” pungkas Ahmad Baharudin. (sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri