RADAR TULUNGAGUNG - Kepedulian pada infrastruktur rusak pun ditunjukkan komunitas otomotif. Seperti yang dilakukan Skuter Tulungagung (Sekutu) yang menandai jalan berlubang dengan cat putih. Begini harapan yang mereka gaungkan.
Sebuah kaleng cat putih, kuas, dan kepedulian menjadi bekal sejumlah anak muda Tulungagung menyusuri jalanan kota.
Bukan untuk membuat mural atau mempercantik aspal, melainkan memberi tanda pada lubang-lubang yang mengancam keselamatan pengguna jalan.
Aksi tersebut dilakukan komunitas Sekutu melalui gerakan bertajuk #SAPALONG (Salam Aspal Bolong). Mereka menyasar sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan dan dinilai membahayakan, terutama bagi pengendara roda dua.
Bagi mereka, lubang di jalan bukan sekadar persoalan kenyamanan berkendara. Pada malam hari, kondisi jalan yang minim penerangan membuat lubang aspal bisa berubah menjadi ancaman serius.
Ketua Komunitas Sekutu Tulungagung, Fayyad Dhiyaul Haq mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap kondisi infrastruktur publik.
Mereka ingin mengingatkan bahwa keselamatan pengguna jalan membutuhkan perhatian bersama.
"Entah kewenangannya pemerintah kabupaten atau provinsi, yang jelas ini bentuk kepedulian sekaligus kritik konstruktif kami terhadap banyaknya jalan berlubang," ujarnya.
Menurut Fayyad, tanda cat yang diberikan pada titik jalan rusak merupakan langkah sederhana namun memiliki tujuan penting.
Dengan adanya marka tersebut, pengendara diharapkan bisa lebih waspada ketika melintas.
Terlebih, kendaraan roda dua menjadi pengguna jalan yang paling rentan terdampak kerusakan aspal.
Lubang yang tidak terlihat dari kejauhan bisa membuat pengendara kehilangan kendali dan berisiko mengalami kecelakaan.
"Kami ingin memberi tanda agar pengguna jalan bisa lebih siap mengantisipasi. Jangan sampai lubang baru diketahui ketika sudah terlalu dekat," jelasnya.
Selain menjadi penanda keselamatan sementara, aksi tersebut juga menjadi bentuk dorongan agar instansi terkait segera melakukan evaluasi dan perbaikan.
Komunitas menilai kondisi jalan rusak tidak boleh dibiarkan terlalu lama karena menyangkut keselamatan masyarakat.
Baca Juga: Aspal Mengelupas, Jalan Desa Besole Tulungagung Tertimbun Lumpur Setebal 15 Cm Akibat Hujan Deras
Anggota Sekutu Tulungagung, M. Bahrul Ilmi Alam Syah mengatakan, masih minimnya tanda peringatan di sejumlah titik jalan rusak membuat risiko kecelakaan semakin besar.
"Melalui pemberian tanda ini, kami berharap pengguna jalan lebih waspada dan risiko kecelakaan akibat jalan berlubang bisa diminimalkan," katanya.
Para anggota komunitas berencana melakukan aksi serupa secara berkala di sejumlah titik lain yang dianggap membutuhkan perhatian.
Mereka berharap gerakan tersebut menjadi pemicu agar persoalan infrastruktur segera mendapat penanganan. (*/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri