RADAR TULUNGAGUNG - Pembangunan jembatan baru di wilayah Kecamatan Gondang, Tulungagung, membawa konsekuensi pada penataan utilitas di bawahnya.
Perumdam Tirta Cahya Agung Tulungagung memastikan jaringan pipa transmisi utama yang berada di sekitar struktur jembatan harus digeser untuk menghindari risiko kerusakan.
Pemindahan pipa tersebut dilakukan agar tidak berbenturan dengan konstruksi jembatan baru.
Jalur pipa yang sebelumnya berada dekat bangunan jembatan akan dipindahkan sekitar 2 meter menjauh dari titik pembangunan.
Kasi Pelayanan Pelanggan Perumdam Tirta Cahya Agung Tulungagung, Sasongko Edi mengatakan, persiapan pemindahan jaringan sudah dilakukan.
Mulai dari pengadaan material hingga penyusunan teknis pekerjaan di lapangan.
"Prosesnya sudah disepakati. Untuk kebutuhan perpipaan dan aksesori sudah disiapkan, kemudian tinggal menyusun teknis pengerjaannya," ujarnya.
Meski demikian, pemindahan fisik pipa belum bisa langsung dilakukan. Perumdam masih menunggu kesiapan struktur jembatan baru yang saat ini memasuki tahap pengecoran.
Mengingat, proses pengeringan beton menjadi tahapan penting agar pekerjaan pemindahan pipa tidak mengganggu kekuatan konstruksi jembatan.
"Beton membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan untuk pengeringan. Setelah itu baru dilakukan proses pemindahan pipa PDAM," jelasnya.
Perumdam memastikan durasi gangguan layanan air bersih nantinya dapat ditekan. Jika sebelumnya dikhawatirkan membutuhkan waktu cukup lama, dengan metode pengerjaan menggunakan alat berat, pemindahan pipa diproyeksikan hanya memerlukan waktu satu hingga dua hari.
"Dampaknya diperkirakan tidak terlalu lama karena pengerjaan menggunakan alat berat agar lebih cepat. Perkiraan pemindahan sekitar satu sampai dua hari," katanya.
Jaringan yang terdampak merupakan pipa utama distribusi air bersih dengan cakupan pelanggan cukup besar di wilayah Gondang.
Berdasarkan data Perumdam terdapat sekitar 900 pelanggan yang berpotensi terdampak saat proses pemindahan berlangsung.
Untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat, Perumdam telah menyiapkan skema distribusi air bersih sementara.
Dua armada tangki air akan disiagakan untuk membantu pelanggan selama layanan mengalami gangguan.
"Kami siapkan dua truk air bersih dengan kapasitas total sekitar 8 ribu liter untuk membantu pelanggan selama proses pengerjaan," terang.
Pihak Perumdam juga akan berkoordinasi dengan pemerintah desa agar informasi mengenai jadwal pemindahan dan gangguan layanan dapat diterima masyarakat secara jelas.
"Kami mohon pengertian pelanggan, karena pekerjaan ini dilakukan untuk penyesuaian pembangunan. Jika ada kebutuhan mendesak, masyarakat bisa menghubungi layanan pelanggan maupun bagian teknik," pungkasnya.
Dengan penggeseran tersebut, Perumdam berharap pembangunan jembatan tetap berjalan tanpa mengorbankan keberlangsungan jaringan air bersih bagi masyarakat Gondang. (bac/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri