RADAR TULUNGAGUNG - Dua pekan penutupan Jembatan Gondang 1 Tulungagung menimbulkan kepadatan kendaraan terjadi pada jam-jam tertentu. Terutama saat masyarakat berangkat dan pulang kerja.
Sekadar diketahui, Jembatan Gondang 1 di jalur nasional Tulungagung–Trenggalek resmi ditutup total sejak 2 Juni 2026 untuk kepentingan pembongkaran dan pembangunan ulang.
Selama proses pengerjaan, arus lalu lintas dialihkan melalui sejumlah jalur alternatif di wilayah Kecamatan Gondang dan sekitarnya.
Namun, mulai muncul keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan dan saluran drainase di beberapa jalur alternatif akibat masih adanya kendaraan bertonase besar yang melintas.
KBO Lantas Satlantas Polres Tulungagung Iptu Ahmad Zainudin mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi selama tujuh hari penutupan jembatan, arus lalu lintas masih relatif lancar.
Kendaraan hanya mengalami peningkatan volume pada pagi dan sore hari.
“Kalau kemacetan tidak ada. Yang ada hanya padat pada jam-jam tertentu,” ujarnya, kemarin (11/6).
Menurut Ahmad, kepadatan paling sering terjadi antara pukul 07.00 hingga 08.30. Pada jam tersebut, arus kendaraan bercampur antara aktivitas masyarakat yang berangkat kerja dan siswa menuju sekolah.
Sementara pada sore hari, kepadatan kembali muncul sekitar pukul 15.30 hingga 17.30 saat masyarakat pulang kerja. Meski volume kendaraan meningkat, arus lalu lintas masih bisa bergerak normal tanpa antrean panjang.
“Jam rawan kepadatan itu pagi saat jam masuk kantor dan sekolah. Kalau sore mulai sekitar setengah empat sampai setengah enam,” jelasnya.
Sejumlah titik yang menjadi perhatian petugas berada di kawasan simpang tiga Cabe, depan Kantor Kecamatan Gondang, serta sepanjang Jalan Raya Mojoarum.
Ruas jalan yang relatif sempit membuat kendaraan harus melambat ketika berpapasan, terlebih jika masih ditemukan truk besar yang masuk ke jalur tersebut.
Namun demikian, Zainudin menegaskan bahwa persoalan utama saat ini bukanlah kemacetan, melainkan dampak kendaraan bertonase besar yang tetap nekat melintas di jalur alternatif desa.
“Keluhan masyarakat lebih banyak soal kerusakan jalan dan saluran drainase akibat kendaraan besar yang masuk ke jalur yang sebenarnya tidak diperuntukkan bagi mereka,” katanya.
Satlantas Polres Tulungagung bersama instansi terkait berencana melakukan evaluasi lanjutan terhadap rekayasa lalu lintas yang diterapkan selama penutupan Jembatan Gondang 1.
Evaluasi tersebut dilakukan untuk meminimalkan dampak terhadap masyarakat sekaligus menjaga kondisi jalan alternatif yang digunakan selama proses pembangunan jembatan berlangsung. (sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri