RADAR TULUNGAGUNG – Kebijakan penindakan terhadap kendaraan bertonase besar yang nekat melintasi jalur alternatif imbas penggantian Jembatan Gondang 1 Tulungagung mulai bergeser.
Setelah sebelumnya menerapkan tilang, Satlantas Polres Tulungagung kini lebih mengedepankan langkah persuasif dengan meminta sopir memutar balik.
Perubahan pola pengawasan tersebut dilakukan setelah evaluasi di lapangan.
Dari catatan terakhir, hanya lima kendaraan truk besar yang dikenai sanksi tilang karena masuk ke jalur alternatif yang tidak diperuntukkan bagi kendaraan bermuatan berat.
KBO Satlantas Polres Tulungagung Iptu Ahmad Zainudin mengatakan, penindakan tilang tidak lagi menjadi fokus utama.
Petugas lebih memilih memberikan pemahaman kepada pengemudi agar tidak melewati jalur yang berpotensi mengganggu keselamatan maupun kondisi jalan.
Baca Juga: Dua Pekan Jembatan Gondang 1 Tulungagung Ditutup, Lalu Lintas Padat pada Jam Kerja dan Sekolah
"Untuk kendaraan besar yang masuk jalur alternatif, sekarang lebih banyak kami arahkan untuk putar balik. Kami berikan pemahaman bahwa jalur tersebut tidak bisa dilalui kendaraan bertonase besar," ujarnya, kemarin (14/6).
Menurut Zainudin, jalur alternatif yang digunakan selama penutupan Jembatan Gondang 1 memiliki karakteristik berbeda dibanding jalur utama.
Kondisi jalan yang lebih sempit serta meningkatnya volume kendaraan membuat kendaraan berat berisiko menimbulkan gangguan lalu lintas.
Karena itu, kendaraan besar diarahkan menggunakan jalur alternatif khusus yang telah disiapkan, yakni melalui rute Simpang Empat Tamanan menuju Simpang Empat Durenan, Trenggalek, melalui Campurdarat.
"Untuk kendaraan bertonase besar sudah ada jalur yang memang dipersiapkan. Jadi tidak masuk ke jalur alternatif kecil yang digunakan masyarakat," jelasnya.
Meski pendekatan dilakukan secara humanis, polisi memastikan pengawasan tetap berjalan. Petugas akan terus melakukan pemantauan di sejumlah titik yang menjadi akses masuk kendaraan besar agar aturan tersebut dipatuhi.
"Pengawasan tetap kami lakukan. Tujuannya agar arus lalu lintas tetap aman dan tidak menimbulkan persoalan baru selama penggantian Jembatan Gondang 1 berlangsung," pungkasnya.
Sekadar mengingatkan, penggantian konstruksi Jembatan Gondang 1 berimbas pada lalu lintas kendaraan antardaerah.
Pihak terkait pun memberlakukan rekayasa hingga 11 Desember mendatang dengan memaksimalkan tiga jalur alternatif.
Dua di antaranya berada di wilayah Kecamatan Gondang, sedangkan lainnya merupakan jalur utama Tulungagung menuju kawasan selatan melalui Boyolangu dan Campurdarat.
Ruas ini dikhususkan bagi kendaraan bertonase besar. (*/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri