Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Ancang-Ancang Tutup Jembatan Junjung Tulungagung, Rekonstruksi Lima Bulan Tinggal Tunggu Izin Kementerian

Rahiiq Al Bachri • Selasa, 16 Juni 2026 | 09:46 WIB
Pengendara roda dua masih bebas melenggang melintasi Jembatan Junjung yang belum kunjung diperbaiki.(RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)
Pengendara roda dua masih bebas melenggang melintasi Jembatan Junjung yang belum kunjung diperbaiki.(RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG - Pengguna jalan yang biasa melintas di Jembatan Junjung Tulungagung harus mulai menyiapkan jalur alternatif. 

Pasalnya, akses jembatan penghubung di Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, tersebut bakal ditutup total selama lima bulan saat proyek rekonstruksi senilai Rp 7 miliar mulai dikerjakan.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung menyebut penutupan penuh tidak dapat dihindari lantaran pekerjaan membutuhkan ruang kerja luas demi menjaga keamanan pengguna jalan maupun pekerja.

Sekretaris Dinas PUPR Tulungagung, Endra Wibawa, meminta masyarakat memahami kebijakan tersebut.

Baca Juga: Rekonstruksi Total Jembatan Junjung Senilai Rp 7 Miliar Molor, PUPR Tulungagung Masih Tunggu Izin Kementerian PU

“Pelaksanaan jembatan nanti kami mohon kesadaran masyarakat untuk memaklumi, karena akses yang melewati Jembatan Junjung harus ditutup,” ujarnya.

Saat ini, proyek masih menunggu izin pemanfaatan ruang air dari pemerintah pusat.

Sebab, jembatan tersebut berada di atas drainase Kalidawir yang menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

Menurut Endra, seluruh persiapan teknis sebenarnya telah rampung.

Baca Juga: Proyek Tak Kunjung Dimulai, Pengendara Motor Masih Nekat Melintas di Jembatan Rusak Desa Junjung Tulungagung

Proses pengadaan dan penentuan kontraktor sudah selesai sehingga pengerjaan dapat langsung dimulai setelah izin turun. 

“Anggaran sudah siap, tinggal menunggu izin dari kementerian. Kalau izin turun dan kondisi mendukung, target pengerjaan paling cepat lima bulan sampai selesai,” jelasnya.

Selama masa penutupan, warga diminta mulai mengantisipasi perubahan arus lalu lintas dengan mencari jalur pengganti agar mobilitas tidak terganggu saat proyek berjalan. (bac/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#proyek infrastruktur #jembatan junjung #rekonstruksi #pupr