RADAR TULUNGAGUNG - Pengguna jalan yang biasa melintas di Jembatan Junjung Tulungagung harus mulai menyiapkan jalur alternatif.
Pasalnya, akses jembatan penghubung di Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, tersebut bakal ditutup total selama lima bulan saat proyek rekonstruksi senilai Rp 7 miliar mulai dikerjakan.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung menyebut penutupan penuh tidak dapat dihindari lantaran pekerjaan membutuhkan ruang kerja luas demi menjaga keamanan pengguna jalan maupun pekerja.
Sekretaris Dinas PUPR Tulungagung, Endra Wibawa, meminta masyarakat memahami kebijakan tersebut.
“Pelaksanaan jembatan nanti kami mohon kesadaran masyarakat untuk memaklumi, karena akses yang melewati Jembatan Junjung harus ditutup,” ujarnya.
Saat ini, proyek masih menunggu izin pemanfaatan ruang air dari pemerintah pusat.
Sebab, jembatan tersebut berada di atas drainase Kalidawir yang menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.
Menurut Endra, seluruh persiapan teknis sebenarnya telah rampung.
Proses pengadaan dan penentuan kontraktor sudah selesai sehingga pengerjaan dapat langsung dimulai setelah izin turun.
“Anggaran sudah siap, tinggal menunggu izin dari kementerian. Kalau izin turun dan kondisi mendukung, target pengerjaan paling cepat lima bulan sampai selesai,” jelasnya.
Selama masa penutupan, warga diminta mulai mengantisipasi perubahan arus lalu lintas dengan mencari jalur pengganti agar mobilitas tidak terganggu saat proyek berjalan. (bac/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri