RADAR TULUNGAGUNG – Momentum peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-20 Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Tulungagung dimanfaatkan sebagai ajang memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan perangkat desa. Dalam puncak peringatan yang digelar melalui istighosah dan doa bersama di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa, Selasa (17/6), Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengajak seluruh perangkat desa untuk menjaga persatuan dan turut menciptakan suasana yang aman serta kondusif di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Tulungagung serta ratusan perangkat desa dari berbagai wilayah di Kabupaten Tulungagung. Selain berdoa bersama, acara juga menjadi sarana silaturahmi sekaligus refleksi perjalanan organisasi yang telah memasuki usia dua dekade.
Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin mengingatkan pentingnya sikap bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi di era digital. Menurutnya, derasnya arus informasi melalui media sosial harus disikapi secara cermat agar tidak memicu kesalahpahaman maupun keresahan di masyarakat.
“Sekarang ini informasi sangat cepat beredar melalui handphone. Belum tentu semua informasi itu benar. Karena itu kita harus mampu memilah mana informasi yang benar dan bermanfaat, serta mana yang tidak bermanfaat. Kalau informasi itu tidak bermanfaat, cukup berhenti di handphone masing-masing dan jangan disebarluaskan,” ujarnya.
Baharudin menegaskan, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada perencanaan pemerintah, tetapi juga dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk perangkat desa. Menurutnya, program pembangunan yang telah dirancang dengan baik tidak akan berjalan optimal apabila implementasi di lapangan tidak mendapat dukungan bersama.
“Pemerintah Kabupaten Tulungagung memiliki berbagai rencana pembangunan. Namun semua itu tidak akan berjalan baik tanpa dukungan dan kebersamaan dari seluruh masyarakat. Karena itu mari kita saling mendukung demi kemajuan Tulungagung,” katanya.
Ia juga mendorong penyelesaian persoalan sosial dimulai dari lingkungan terkecil. Perangkat desa diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan serta membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di masyarakat sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
“Kalau bisa diselesaikan di lingkungan, tidak perlu sampai ke desa. Kalau bisa selesai di desa, tidak perlu sampai ke kabupaten. Semangat gotong royong dan musyawarah harus terus kita hidupkan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Baharudin mengapresiasi eksistensi PPDI yang telah berusia 20 tahun. Menurutnya, usia dua dekade tidak sekadar menjadi simbol perjalanan organisasi, tetapi juga harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.
“Usia 20 tahun ini jangan hanya menjadi angka. Yang lebih penting adalah bagaimana ke depan kita bisa menjadi lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat,” tuturnya.
Baharudin juga mengajak seluruh peserta istighosah untuk terus memperkuat rasa syukur dan kesabaran dalam menjalani kehidupan. Ia berharap Kabupaten Tulungagung senantiasa dijauhkan dari berbagai bencana dan diberikan keberkahan sehingga pembangunan daerah dapat berjalan lancar.
“Kalau mendapat ujian kita harus sabar. Kalau menerima nikmat kita harus bersyukur. Dengan kebersamaan, doa, dan dukungan semua pihak, insya Allah pembangunan Kabupaten Tulungagung dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Editor : Sandy Sri Yuwana