Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Malam 1 Sura di Pantai Popoh Tak Sekadar Tradisi, Jadi Strategi Bangkitkan Pariwisata Tulungagung

Rahiiq Al Bachri • Rabu, 17 Juni 2026 | 09:38 WIB
Ritual adat di kawasan Pantai Popoh di Desa Besole, Kecamatan Besuki, pada Senin (15/6/2026) malam.(RAHIIQ/RADAR TULUNGAGUNG)
Ritual adat di kawasan Pantai Popoh di Desa Besole, Kecamatan Besuki, pada Senin (15/6/2026) malam.(RAHIIQ/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG - Suasana kawasan Pantai Popoh, Kecamatan Besuki, Tulungagung, pada Senin (15/6/2026) malam terasa berbeda saat momentum peringatan malam 1 Sura.

Mengingat, ada ritual adat yang dilakukan menyambut tahun baru Jawa.

Bukan sekadar seremoni budaya, ini juga menjadi bagian dari strategi Pemkab Tulungagung untuk mengenalkan kembali wajah Pantai Popoh yang beberapa waktu belakangan meredup.

Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengatakan, kegiatan ritual adat di Pantai Popoh menjadi sarana penting untuk menjaga warisan budaya sekaligus menghidupkan kembali sektor pariwisata.

Baca Juga: Tangkapan Ikan Minim Akibat Cuaca dan Bulan Purnama, Nelayan di PPP Popoh Tulungagung Pilih Panen Jagung

Menurutnya, tradisi masyarakat pesisir harus tetap dipertahankan karena menjadi identitas yang tidak dimiliki daerah lain.

"Kegiatan malam ini merupakan kegiatan rutin dan adat menyambut Sura. Selain menjaga tradisi, ini juga menjadi cara mengenalkan kepada masyarakat bahwa Popoh siap kembali ramai sebagai tempat wisata," terangnya.

Menurutnya, pengembangan wisata tidak harus menghilangkan nilai budaya yang sudah melekat.

Justru keberadaan tradisi lokal menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin mengenal karakter masyarakat pesisir Tulungagung.

Baca Juga: Pengusaha Soroti Nasib Pantai Popoh Tulungagung, Dinilai Kini Lebih Cocok Jadi Kawasan Perikanan

"Nguri-uri adat istiadat tetap jalan, tapi kita juga ingin mempromosikan bahwa Pantai Popoh memiliki potensi wisata yang harus terus dikembangkan," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Tulungagung Muhammad Ardian Candra mengakui peta kunjungan wisata mengalami perubahan setelah hadirnya jalur lintas selatan (JLS) yang membuka akses menuju banyak pantai baru.

Meski demikian, Pantai Popoh tetap memiliki modal kuat karena sudah dikenal luas sejak lama dan memiliki fasilitas yang lebih siap dibanding sejumlah destinasi baru.

"Kami berusaha membangkitkan lagi Popoh yang dulu sudah punya nama besar. Harapannya, wisatawan yang datang ke kawasan JLS juga bisa diarahkan menikmati wisata di Popoh," tuturnya.

Baca Juga: Tunggu Berkah JLS, Pantai Popoh Tulungagung Masih Sepi dan Minim Pembenahan

Ke depan, konsep pengembangan Pantai Popoh diarahkan tidak hanya mengandalkan panorama alam, tetapi juga wisata edukasi dan tematik.

Keberadaan fasilitas ramah keluarga menjadi salah satu keunggulan yang terus dipertahankan. 

"Popoh, salah satunya, mendukung untuk wisata keluarga karena ada fasilitas bermain. Tinggal bagaimana keamanan dan pengembangannya terus kita tingkatkan," pungkasnya. (bac/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#malam 1 sura #ritual adat #pantai popoh #budaya #pariwisata