RADAR TULUNGAGUNG – Instruksi Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin agar seluruh OPD membuat perencanaan potensi ekonomi di sepanjang jalur lintas selatan (JLS) mulai ditindaklanjuti.
Namun, Pemkab Tulungagung mengakui perencanaan pengembangan kawasan JLS masih dalam tahap persiapan awal.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tulungagung Johannes Bagoes Kuncoro menyebut, sejumlah hal mendasar masih harus diselesaikan sebelum perencanaan pengembangan kawasan dilakukan secara menyeluruh.
“Status tanah dan koridor belum selesai,” ujarnya saat dikonfirmasi Radar Tulungagung, Senin (15/6).
Dia menambahkan, bappeda saat ini masih mempersiapkan langkah-langkah terkait pemetaan potensi di kawasan JLS. “Kita masih persiapan,” tambahnya singkat.
Sebelumnya, Plt Bupati Ahmad Baharudin meminta seluruh OPD di lingkungan Pemkab Tulungagung menyusun rencana pengembangan potensi di kawasan JLS.
Menurut dia, tersambungnya jalan nasional di pesisir selatan tersebut harus menjadi momentum untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
“Mari kita sambut dengan tembusnya JLS. Semua dinas merencanakan apa yang bisa diangkat di JLS untuk meningkatkan Kabupaten Tulungagung yang aman, nyaman, dan sejahtera,” kata Baharudin.
Meski demikian, pernyataan bappeda menunjukkan bahwa pemanfaatan kawasan JLS tidak bisa dilakukan secara instan.
Persoalan status tanah dan penetapan koridor kawasan menjadi pekerjaan awal yang harus dituntaskan agar pengembangan wilayah memiliki dasar hukum dan tata ruang yang jelas.
Hal tersebut menjadi bentuk kehati-hatian bahwa kejelasan koridor dan status lahan memang menjadi syarat penting sebelum pemerintah membuka peluang investasi atau pengembangan kawasan ekonomi baru.
Tanpa itu, potensi tumpang tindih pemanfaatan lahan dan konflik kepemilikan bisa muncul di kemudian hari.
Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan JLS di Tulungagung telah selesai dan seluruh ruas utama sudah tersambung.
Jalur strategis nasional tersebut diharapkan membuka akses wisata, memperlancar distribusi barang, serta memunculkan pusat-pusat ekonomi baru di kawasan selatan Tulungagung. (sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri