RADAR TULUNGAGUNG – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tulungagung mulai mematangkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Salah satunya dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi SPMB bagi operator dan verifikator selama dua hari, Rabu (17/6) hingga Kamis (18/6).
Baca Juga: Pendaftar Tak Merata Saat SPMB, Disdik Tulungagung Waspadai SD Negeri dengan Jumlah Murid Minim
Bimtek tersebut diikuti operator SPMB (OPS) dan verifikator jenjang TK, SD, serta SMP negeri yang telah dibagi berdasarkan sejumlah kecamatan di Kabupaten Tulungagung. Kegiatan itu dilakukan untuk memastikan seluruh petugas memahami mekanisme dan fitur aplikasi sebelum masa pendaftaran dibuka pada 22 Juni mendatang.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung Deni Susanti menjelaskan, bimtek difokuskan pada pengenalan dan pendalaman penggunaan aplikasi SPMB yang dapat diakses melalui laman spmb.tulungagung.go.id.
Baca Juga: SPMB 2026/2027 Dimulai, Disdik Tulungagung Sosialisasikan Juknis hingga Tingkat Korwil
"Pesertanya OPS SPMB dan verifikator yang sudah dibagi beberapa kecamatan. Mereka kami bekali agar benar-benar memahami aplikasi dan alur pelayanan kepada calon murid," ujarnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mempelajari berbagai fitur yang tersedia dalam aplikasi, mulai dari fitur masuk sebagai siswa hingga fitur monitoring. Melalui pemahaman tersebut, operator dan verifikator diharapkan mampu memberikan pendampingan sekaligus menyelesaikan berbagai kendala yang mungkin dihadapi calon peserta didik saat proses pendaftaran berlangsung.
Menurut Deni Susanti, petugas harus mampu mendeteksi sejak dini apabila terdapat persoalan pada akun pendaftar, kekurangan dokumen administrasi, maupun kendala teknis lainnya yang dialami calon siswa.
"Melalui fitur monitoring, operator bisa mengetahui jika ada masalah yang dialami calon siswa pendaftar, baik terkait fitur aplikasi maupun kelengkapan administrasi. Termasuk kendala teknis yang dialami pendaftar dari luar kota," jelasnya.
Baca Juga: Pendaftar Tak Merata Saat SPMB, Disdik Tulungagung Waspadai SD Negeri dengan Jumlah Murid Minim
Persiapan tersebut dilakukan seiring sejumlah pembaruan dalam pelaksanaan SPMB tahun ini. Di antaranya komposisi penilaian jalur prestasi yang terdiri atas nilai rapor 60 persen dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 40 persen, adanya jalur keagamaan, penyesuaian jalur mutasi, serta tidak digunakannya lagi surat keterangan domisili.
Disdik berharap seluruh tahapan penerimaan murid baru tahun ini dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Selain itu, proses seleksi diharapkan benar-benar sesuai prinsip penyelenggaraan SPMB.
Baca Juga: 11 SMPN di Tulungagung Selatan Ikuti Edutalktif, Satlantas Soroti Pelajar Bawa Motor ke Sekolah
"Harapannya SPMB tahun ini bisa berjalan objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminatif," pungkasnya.
Editor : Sandy Sri Yuwana